(Taiwan, ROC) – Economist Intelligence Unit atau EIU belum lama ini baru saja mengumumkan laporan indeks peringkat kemajuan masing-masing negara tahun 2019. Dari seluruh negara yang ada di dunia, negara termaju yang berada di peringkat pertama diambil oleh Norwegia, sementara Taiwan yang berada di urutan ke 32 pada tahun 2018, naik satu peringkat menjadi ke 31 di seluruh dunia pada tahun 2019, nomor 5 untuk kawasan Asia dan Australasia.
Pihak EIU sendiri melakukan jajak pendapat terhadap 167 negara di dunia, dan indikator demokrasi kawasan, dengan nilai angka 10 sebagai nilai tertinggi. Adapun 5 indikator penilaian mencakup “Proses pemilihan umum dan keragaman”, “Kemampuan pemerintah”, “Keikutsertaan masyarakat dalam berpolitik”, “Kebudayaan berpolitik” dan “Hak-hak warga sipil”.
Untuk Taiwan sendiri, nilai-nilai yang berhasil diperoleh antara lain: 9,58 untuk proses pemilihan umum dan keragaman, 8,21 untuk kemampuan pemerintah, 6,11 untuk keikutsertaan masyarakat dalam berpolitik, 5,63 untuk kebudayaan berpolitik, 9,12 untuk hak-hak warga sipil, sehingga berhasil mendapatkan angka rata-rata sebesar 7,73, berhasil menduduki peringkat ke 31. Angka rata-rata ini sama dengan sebelumnya, namun peringkat untuk tahun 2019 berhasil naik satu peringkat.
Taiwan sendiri berada di urutan nomor 5 untuk kawasan Asia dan Australasia, dengan perincian peringkat 4 tertinggi lainnya sebagai berikut: Selandia Baru, Australia, Korea Selatan dan Jepang. Untuk negara Selandia Baru dan Australia dikategorikan sebagai negara “Demokrasi penuh”, untuk Korea Selatan, Jepang dan Taiwan dikategorikan “Demokrasi yang masih ada kekurangannya”.
Untuk tahun 2019, dari 167 negara dan kawasan yang dinilai, ada sebanyak 22 negara yang disebut sebagai negara dengan kategori “Demokrasi penuh”, dengan angka melebihi nilai 8, bertambah 2 negara dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk Daratan Tiongkok sendiri, berada di urutan ke 153, dengan nilai rata-rata hanya mencatat 2,26. Angka ini lebih rendah dibandingkan data statistik di tahun 2006. Sementara untuk indikator “Proses pemilihan umum dan keragaman” mendapat nilai 0, dan indikator “Kemampuan pemerintah” mendapatkan nilai tertinggi dari ke 5 indikator penilaian, yakni 4,29.
Untuk Hong Kong sendiri, hanya mendapat nilai rata-rata 6,02, menjadi yang terendah sejak tahun 2012, atau turun 0,13 dibandingkan dengan tahun 2018. Sementara untuk peringkat Hongkong, turun dari nomor 73 ke nomor 75.