History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Seniman Piawai Dunia Berkumpul dalam Pameran Taipei Dangdai 2020

  • 18 January, 2020
  • 陳志勇
Seniman Piawai Dunia Berkumpul dalam Pameran Taipei Dangdai 2020
Seniman Piawai Dunia Berkumpul dalam Pameran Taipei Dangdai 2020

(Taiwan, ROC) – Pameran seni kontemporer kota Taipei atau yang diberi nama “Taipei Dangdai 2020”, dibuka resmi pada hari Jumat tanggal 17 Januari hingga 19 Januari, di Taipei Nangang Exhibition Center. Pameran serupa yang digelar pada tahun 2019, mampu menarik pengunjung lebih dari 28 ribu orang, yang juga mendapatkan pujian dari media Financial Times Inggris sebagai “Seni kontemporer Taipei telah benar-benar menjadi pameran seni kontemporer internasional”.

        Dalam pameran tahun ini, terdapat sebanyak 99 seniman piawai dunia, dan 23 di antaranya memiliki ruang pameran permanen Taiwan, yang menandakan bahwa galeri Taiwan telah mencapai standar internasional. Barang yang dipamerkan pada tahun ini juga memiliki banyak kejutan dan tidak sedikit merupakan barang seni berskala menengah hingga besar. “Jalur jalan” hasil karya seniman Ai Weiwei merupakan sebuah karya menceritakan kondisi yang dilihatnya, saat melakukan perjalanan ke Yunani bersama dengan keluarganya. Ia terperenyak saat menemukan sebuah perahu yang memuat banyak pengungsi, dan dijadikan sebagai bahan materi seni. Ai Weiwei membuat sebuah perahu hitam sepanjang 60 meter lebar 3 meter, di bagian atasnya terlihat tengah mengangkut ratusan bentuk kondisi layaknya tubuh manusia, ke semuanya diberi warna hitam sehingga memberikan suasana yang sangat kelam dan memancing introspeksi diri. Tim Luxury Logico adalah sebuah tim seni baru Taiwan, dalam pameran kali ini menampilkan 3 hasil karya yang menampilkan presisi seni, sehingga sangat menarik perhatian pengunjung.

        Seniman terkemuka dunia, Jonathan Meese, dalam pameran kali ini menampilkan beberapa buah karya seni, yang memadukan unsur timur dan barat sebagai roh seni dalam karyanya. Sang seniman sendiri memiliki kepribadian yang sangat dramatis, dan dilimpahkan seluruhnya dalam lukisannya, sehingga menyiratkan sebuah sikap bangkang layaknya sewaktu masih remaja, namun tetap mewujudkan sebuah fenomena sosial masyarakat yang penuh dengan kritikan, sehingga menjadi sebuah trendi di belahan Eropa.

        Selain itu, seniman asal Korea, Nam June Paik, disebut juga sebagai bapak seni kontemporer setempat. Galerie Bhak yang ada di Korea, dalam pameran kali ini secara khusus membuka sebuah paviliun seni kontemporer, memamerkan rekam jejak seni modern miliknya. Direktur Utama pameran seni kontemporer Taipei kali ini, Yue Hong-fei menekankan bahwa pagelaran seni kali ini difungsikan untuk membuat masyarakat secara langsung menikmati seni kontemporer secara jelas.

        Yue Hong-fei mengatakan, “Meskipun seni kontemporer memiliki banyak platform mediator, ada teknologi, pemasangan, namun tentu masih dibutuhkan satu pengalaman langsung secara fisik untuk merasakannya, yang mana tentu tidak akan sama. Seni kontemporer adalah sebuah hal yang mengharuskan manusia untuk bisa berjalan masuk ke dalamnya dan merasakan sendiri karya seni yang ada.”

        Penyajian pameran seni kontemporer Taipei kali ini, juga ditindaklanjuti dengan seminar, interaksi dan pengalaman keikutsertaan manusia di dalamnya, sehingga pameran juga dipadukan dengan serangkaian kegiatan terkait. Dalam waktu yang bersamaan, pameran Taipie Dangdai ini juga menyeruak hingga ke seluruh sudut kota, termasuk gedung Taipei 101, galeri seni kawasan timur, dan kawasan komunitas seni, dimana ke semuanya dimaksudkan agar seni juga dalam masuk ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Komentar

Terbarumore