History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Akademia Sinica Pecahkan Sirkuit Neural Lalat Buah Membantu Penelitian Depresi dan Anokreksia

  • 20 December, 2019
  • 曾秀情
Akademia Sinica Pecahkan Sirkuit Neural Lalat Buah  Membantu Penelitian Depresi dan Anokreksia
Akademia Sinica Pecahkan Sirkuit Neural Lalat Buah Membantu Penelitian Depresi dan Anokreksia

(Taiwan, ROC) -- Akademia Sinica tanggal 20 Desember mengemukakan, tim lintas negara yang dibentuk oleh divisi peneliti biologi mokuler menggunakan sirkuit neural lalat buah untuk mendalami situasi kerja otak dalam menguraikan rasa haus dan lapar, yang mana ini dapat membantu dalam penelitian depresi, anoreksia nervosa (gangguan makan yang ditandai dengan penolakan makan). Hasil penelitian ini telah dimasukkan dalam Nature Neuroscience edisi bulan Desember. perasaan “lapar” dan “haus” memiliki hubungan penting dengan kelangsungan hidup makhluk hidup, apabila tidak bisa merasakan tentu akan mati kekurangan air atau kekurangan gizi bahkan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.

Akademia Sinica mengemukakan, anggota peneliti biologi mokuler, Lin Sue-wei (林書葦) bersama dengan pelajar PhD dari tim peneliti internasional, Bhagyashree Senapati untuk perdana menemukan sebuah neuron yang dapat melepaskan zat penghantar saraf yang disebut leucokinin, melalui pengaturan yang berbeda dari neuron otak dapat mempengaruhi prilaku makan dan minum dari lalat buah.

Lin Sue-wei mengatakan, “Kami menemukan neuron dalam tubuh lalat buah, neuron ini dapat melepaskan zat penghantar saraf yang disebut leucokinin, yaitu sinyal untuk memberikan rasa haus dan lapar, ini yang mengendalikan dopamine (salah satu zat kimia di otak yang berperang mempengaruhi emosi, geraksan, sensasi kesenangan dan rasa sakit), mengendalikan lalat buah untuk mencari air dan makanan, dopamine juga ada di dalam tubuh manusia atau makhluk menyusui, kami merasa pengendalian ini juga ada dalam otak manusia.”

Lin Sue-wei menyampaikan, pada manusia terdapat 100 milyar sel neuron, sedangkan lalat buah hanya 100 ribu, fungsinya tentu lebih sempurna, ditambah lagi reproduksi lalat buah sangat cepat, ini sangat membantu penelitian, dalam proses penelitian kami akan mengambil otak lalat buah baru kemudian diwarnai untuk melihat neuron bagian mana dari otak lalat buah yang berfungsi sebagai penghantar sinyal rasa lapar dan rasa haus, kemudian melihat pengaruh apa yang dihasilkan dengan pengendalian dari sel tersebut.

Lin Sue-wei juga mengemukakan, manusia memiliki banyak penyakit saraf seperti depresi, anokreksia, kecanduan dan lainnya, semua ini ada pengaruhnya dengan sistem yang digerakkan oleh otak. Apabila dapat ditemukan hubungan sistem penghantaran sinyal neuron dalam otak lalat buah nantinya ini akan membantu untuk memahami pemulihan pada otak manusia, dapat mencari penyebab dan pengobatan yang mungkin.

Komentar

Terbarumore