(Taiwan, ROC) – Tahun ini merupakan 40 tahun genapnya Insiden Formosa (Formosa Incident). Guna untuk mempromosikan nilai demokrasi di Bumi Formosa, Museum Nasional Hak Asasi Manusia menggelar simposium internasional pada tanggal 5 Desember 2019, dengan tajuk "40 Tahun Insiden Formosa dan Demokratisasi Komparatif di Asia Timur". Beberapa tokoh penting hadir dalam simposium ini, di antaranya Kurator Museum Sejarah Kontemporer Korea Selatan, Ju Jin Woo; Profesor dari Fakultas Sosiologi Universitas Sungkonghoe, Kim Dong Chun; dan Wakil Ketua Hong Kong Human Rights Monitor, Zhuang Yao-guang.
Dalam pidato pembukaannya, Sekjen Istana Kepresidenan, Chen Chu, menyampaikan bahwa 40 tahun lalu, ketika dirinya baru menginjak usia 29 tahun, dia pernah diadili oleh pengadilan militer. Dia juga mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat Taiwan, yang dapat berjuang mengalahkan sistim otoritarianisme di kala itu. Kini, 40 tahun telah berlalu dan kehidupan sosial masyarakat Taiwan juga berubah secara signifikan. Chen Chu juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Amnesty International yang telah berperan banyak dalam praktik demokrasi Taiwan.
Chen Chu menambahkan era di 40 tahun lalu sangat mengerikan, terutama peristiwa penangkapan besar-besaran yang mewarnai Insiden Formosa. Di kala itu, Shih Ming-teh tidak ditangkap, namun suara dan dukungan dari masyarakat datang bertubi-tubi, guna membela Shih Ming-teh. Chen Chu melanjutkan dirinya sungguh kagum terhadap dukungan yang diberikan para warga, yang memperjuangkan Hak Asasi Manusia.
Chen Chu mengatakan, "Meski kami harus menderita, namun hidup dari seseorang tetap diperjuangkan keras dan indah. Saya rasa ini merupakan hal yang penuh kisah romansa. Saya akan mengucapkan terima kasih bagi generasi sebelumnya, yang telah berjuang dan bekerja keras bagi Taiwan".
Wakil Menteri Pendidikan, Fan Sun-lu menyebutkan bahwa simposium kali ini akan dihadiri oleh 108 guru pengajar SMA. Bahkan ada yang rela terbang dari Pulau Penghu dan Matsu. Guru-guru tersebut akan mengadakan pertemuan dan membahas kerangka kurikulum dari pendidikan Hak Asasi Manusia. Selain itu, para peserta akan mengikuti rangkaian perjalanan bertemakan budaya HAM.
Terhitung tanggal 7 Desember 2019, Museum Nasional HAM akan menggelar pameran khusus, guna memperingati 40 tahun genapnya Insiden Formosa. Pameran khusus ini akan berlokasi di Taman Memorial Teror Putih Jing Mei. Wakil Menteri Kebudayaan, Peng Chun-heng mengimbau kepada khalayak luas untuk mengunjungi pameran tersebut dan mempelajari makna dari perjuangan membela nilai demokrasi yang terjadi dalam Insiden Formosa.