History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Polisi Hong Kong: 5.890 Orang Ditangkap Dalam Aksi Demo Penolakan RUU Ekstradisi di Hong Kong

  • 30 November, 2019
  • 譚雲福
Polisi Hong Kong: 5.890 Orang Ditangkap Dalam Aksi Demo Penolakan RUU Ekstradisi di Hong Kong
Polisi Hong Kong: 5.890 Orang Ditangkap Dalam Aksi Demo Penolakan RUU Ekstradisi di Hong Kong

        (Taiwan, ROC) – Aksi demo penolakan RUU Ekstradisi yang terjadi di Hong Kong telah berkelanjutan selama lebih dari 6 bulan. Pihak kepolisian setempat pada hari Jumat tanggal 29 November menyampaikan bahwa sejak bulan Juni hingga saat ini, telah menangkap sebanyak 5.890 orang, di antaranya ada 4.368 pria dan 1.522 wanita, dengan usia mulai dari 11 tahun hingga 83 tahun. Dalam aksi yang berlanjut dengan kerusuhan, telah mengakibatkan 483 personil kepolisian yang terluka.

        Xinhua News Agency melaporkan bahwa jumpa pers yang digelar oleh pihak kepolisian Hong Kong, juga turut menuding jika orang yang ditangkap tersebut adalah para pelaku aksi kekerasan, melanggar peraturan dan memiliki senjata yang difungsikan untuk menyerang orang lain.

        Police Public Relations Branch Kwok Cheung-keung menjelaskan bahwa ada sebanyak 1.377 orang yang ditangkap di dalam The Hong Kong Polytechnic University, yang terdiri dari 810 orang ditangkap saat hendak meninggalkan lokasi kampus, dan 567 orang yang berada di bagian luar lokasi kampus juga turut ditangkap oleh pihak kepolisian.

        Kwok Cheung-keung menyebutkan bahwa dari dalam The Hong Kong Polytechnic University ditemukan sebanyak 4.000 an bom molotof, sementara sebelumnya dari The Chinese University of Hong Kong juga didapati sebanyak hampir 4 ribuan bom molotof, ditambah lagi dengan bom molotof yang ditemukan di beberapa lokasi universitas lainnya, sehingga jumlah total bom molotof ada sebanyak lebih dari 10 ribuan. Kwok menjelaskan bahwa jumlah bahan berbahaya dikategorikan sangat banyak, sehingga akan memberikan dampak buruk bagi kestabilan keamanan kehidupan sosial masyarakat.

        Kwok Chung-keung menambahkan bahwa tragedi di The Hong Kong Polytechnic University telah berakhir secara damai, dan ini juga turut menunjukkan bahwa konfrontasi yang terjadi dapat terselesaikan melalui langkah cara tanpa harus menuai kerusuhan berdarah, dan jalan yang terbaik untuk penyelesaian adalah setiap individual dapat melepaskan emosi kerusuhan dan melakukan komunikasi satu sama lainnya. Pihak kepolisian berharap melalui tragedi yang terjadi di The Hong Kong Polytechnic University, dapat menjadi sebuah titik perputaran arah bagi masalah aksi demonstrasi yang telah berlangsung selama lebih dari 6 bulan berturut, dan mampu mengembalikan kondisi Hong Kong ke dalam situasi yang aman dan damai.

Komentar

Terbarumore