(Taiwan, ROC) – Badan Kesehatan Nasional, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan beberapa hari lalu menyampaikan, setiap tahunnya lebih dari 5000 kematian di Taiwan dikarenakan penyakit obstruktif paru-paru, dengan kata lain, setiap hari ada 14 warga Taiwan yang meninggal karena penyakit ini. Badan Kesehatan Nasional menyampaikan, selain gejala gangguan pernapasan, obstruksi paru juga memiliki risiko penyakit kardiovaskular, masyarakat diingatkan untuk berhenti merokok dan lebih awal memeriksakan diri secara teratur untuk memastikan kesehatan.
Untuk menekan serendah mungkin resiko Pneumonia pada masyarakat, Biro Kesehatan Nasional Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan mengundang Xiao Deng-wang yang merupakan contoh keberhasilan berhenti merokok untuk berbagi pengalaman dan pendapatnya, bersamaan dengan itu juga memperlihatkan video pendek bagaimana aktor setempat Lei Hong kembali aktif dalam dunia acting setelah berhenti merokok, berharap dengan demikian dapat menghimbau dan menyemangati masyarakat dalam menjaga kesehatan diri.
Ketua Badan Pecegahan Bahaya Rokok, Luo Shu-ying mengingatkan masyarakat untuk tidak meremehkan resiko obstruksi paru-paru, berdasarkan data statistik yang diumumkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit obstruktif paru-paru menduduki urutan ketiga dari 10 besar penyebab kematian global tahun 2018, setiap tahunnya mencabut 3 juga nyawa, sedangkan di Taiwan sendiri merengut lebih dari 5000 nyawa setiap tahunnya. Luo Shu-ying mengatakan, “Dihitung-hitung setiap hari ada 14 orang yang meninggal karena menderita obstruktif paru-paru, untuk itu Anda bisa mengetahui begitu berbahaya, seharusnya kita semua bersama-sama berhenti merokok. Kita dapat melihat, perbandingan merokok dengan yang tidak merokok, resiko merokok lebih tinggi 6,3 kali lipat dari yang tidak merokok, ini yang kami ingin kita semua tahu, berhenti merokok dapat menekan resiko menderita gangguan pernafasan yang dapat menyebabkan kematian. “
Ketua Taiwan Society of Pulmonary and Critical Care Medicine, Lin Qing-hung mengemukakan, perokok kerap kali beranggapan adanya dahak pada saat batuk, dan nafas terenggah-engah adalah respon umum setelah merokok, tetapi sebenarnya ini sudah berhubungan dengan obstruksi paru-paru, ia mengingatkan masyarakat untuk harus memeriksakan diri ke dokter dengan seksama.Ketua Taiwan Society of Pulmonary and Critical Care Medicine, Lin Qing-hung mengemukakan, batuk dengan dahak dan sesak nafas pada mereka yang berusia di atas 40 tahun, berdasarkan pengamatan dan pengalaman kami, ini merupakan awal obstruktif paru-paru, sekitar 25% orang yang memiliki gejala tersebut memiliki kelainan fungsi paru-paru, ini tidak dapat dirasakan sendiri, harus melalui pemeriksaan ke rumah sakit.
Obstruksi paru tidak hanya memiliki gejala gangguan pernapasan tetapi juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan kanker paru-paru, untuk itu masyarakat diingatkan tidak merokok atau menghindari sebagai perokok pasif merupakan cara yang paling ampuh untuk menjaga kesehatan paru-paru, ditegaskan pula asalkan berhenti merokok mulai dari sekarang barulah dapat memperbaiki kesehatan tubuh kita.
Biro Kesehatan Nasional, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan menyampaikan, lebih dari 5 ribu penduduk Taiwan yang meninggal karena penyakit obstruktif paru-paru setiap tahunnya, yang sama artinya setiap hari ada 14 penduduk Taiwan yang meninggal karena penyakit ini. Biro Kesehatan Nasional mengemukakan, selain gejala gangguan pernapasan, obstruksi paru juga memiliki risiko penyakit kardiovaskular, masyarakat diingatkan untuk berhenti merokok dan lebih awal memeriksanya diri secara teratur untuk memastikan kesehatan.