(Taiwan, ROC) – Badan Keamanan Dunia Maya Yuan Eksekutif pada hari Rabu tanggal 6 November menyampaikan bahwa sejak tanggal 6 hingga 8 November, selama 3 hari berturut, pihaknya akan menggelar kegiatan latihan yang bertajuk Cyber Offensive and Defensive Exercise,CODE 2019. Adapun proses latihan kali ini akan berbeda dengan yang sebelumnya, yang mana pada tahun ini, untuk pertama kalinya berlatih dengan menggunakan pasukan yang nyata, secara khusus mengundang pakar ahli bidang cyber crime atau kejahatan dunia maya, baik dari maupun luar negeri, bekerjasama dengan instansi perbankan yang ada di Taiwan, guna mampu melakukan latihan secara serentak dengan berbagai instansi terkait, dan sekaligus untuk meningkatkan teknologi pertahanan keamanan data informasi dalam era internet serta kemampuan antisipasi.
Wakil Perdana Menteri yang juga merangkap sebagai Kepala Badan Keamanan Dunia Maya Yuan Eksekutif Chen Chi-mai dalam kata sambutannya menegaskan bahwa Taiwan kerap diserang dalam dunia maya atau internet. Karena dunia maya tidak memiliki batasan yang nyata, dalam menghadapi kawanan penjahat dunia maya yang memiliki jaringan kuat dan teknologi muktahir, maka tentu tidak mampu berjuang sendirian, dan membutuhkan kerjasama lintas negara yang lebih erat. Dirinya berharap melalui kegiatan serupa, mampu membuka pintu kolaborasi antara Taiwan dan negara-negara lain di dunia internasional.
Pihaknya menjelaskan jika sebelum digelar latihan tersebut, pihak Amerika secara khusus telah memberikan latihan pendidikan nyata terkait keamanan cyber selama 2 hari berturut, dan para peserta mengemukakan jika bahan materi dalam latihan tersebut sangat penting dan bermanfaat, sehingga boleh dikatakan jika kerjasama kali ini mampu menjadi tonggak sejarah hubungan kerjasama keamanan cyber Taiwan dan Amerika.
Badan Keamanan Dunia Maya menyebutkan jika setiap instansi perbankan yang ada di setiap negara, tentu menjadi bagian target penyerangan atau pembajakan oleh komplotan kejahatan. Latihan kali ini juga didesain secara khusus untuk bidang perlindungan cyber dunia perbankan, dengan turut menggunakan jalur super cepat yang dimiliki oleh instansi riset nasional dan pusat data informatika.
Pihak panitia menambahkan usai latihan, maka akan segera dijadwalkan seminar pembahasan berkenaan dengan hasil latihan kali ini, dan dapat dijadikan sebagai bahan materi rujukan untuk setiap negara peserta, sekaligus mengumpulkan masukan kritik dan saran yang bisa digunakan untuk rujukan pelatihan selanjutnya.