(Taiwan, ROC) – Jawatan kereta api Taiwan atau TRA, Kementrian Transportasi pada hari Rabu tanggal 6 November menyampaikan sehubungan dengan banyaknya keraguan yang dikemukakan oleh publik berkenaan dengan program pemantauan bersistem sensor wajah, maka pihak TRA mengumumkan tidak akan menggunakan fungsi tersebut.
Terkait kasus pembunuhan acak massal yang terjadi di kereta MRT, peledakan bom di stasiun Songshan, pihak MOTC telah membangun program cerdas untuk pemantauan bersistem sensor wajah, dan jika pihak instansi kepolisian membutuhkan data pemantauan terkait terduga pelaku atau pelaku kejahatan yang berada di dalam stasiun, maka program akan segera menghubungi petugas di dalam stasiun. Namun sistem sensor wajah tersebut diragukan akan bertabrakan dengan hak keamanan dan privasi individual.
Pihak TRA pada hari Rabu tanggal 6 November menyampaikan bahwa program tersebut hanya akan diberlakukan khusus bagi mereka yang ditemukan menerobos atau jatuh di atas jalur kereta, kerumunan orang yang tidak jelas atau penerobosan kawasan yang dilarang oleh pihak kepolisian. Semua sistem tersebut masih dalam tahap pengujian, namun karena banyaknya pihak yang meragukan keamanan sistem, maka pihak TRA memutuskan untuk tidak menggunakan fungsi tersebut dan membatalkan penerapan daftar hitam yang biasanya hanya dipergunakan oleh pihak kepolisian.