(Taiwan, ROC) Kementerian tenaga kerja pada tahun lalu di bulan Agustus pernah mengadakan rapat komite meninjau masalah upah pokok, memutuskan pada tahun ini di awal tahun akan dilaksanakan, dengan persyaratan harga indeks konsumen (CPI) tahunan mencapai di atas 3%, baru akan mengadakan rapat peninjauan terhadap upah pokok. Taiwan Labor Front, Youth Labor Union 95, Organisasi kesejahteraan untuk penyandang cacat dan serikat buruh lainnya pada hari ini(12) menuju ke gedung kemenaker untuk berunjuk rasa, mengkritik putusan yang disepakati pada tahun lalu, sehingga ini jelas melanggar aturan peninjauan upah pokok pasal 5 yakni prinsip dasar peninjauan upah pokok setiap tahun pada kwartal ke-3.
Huang Wei-shen memberikan tanggapan, kemenaker telah memperhatikan adanya kenaikan pada barang pokok kebutuhan masyarakat, untuk CPI bulan Juli dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama naik 1,75%, mencatat skala kenaikan tertinggi selama 17 tahun; mengenai apakah akan diadakan rapat peninjauan untuk upah pokok, juga harus mempertimbangkan kalangan masyarakat lainnya, perlu adanya penanganan yang sesuai.
Huang Wei-shen mengatakan:“harga barang kebutuhan inti masyarakat semakin meningkat dan tidak menurun, dalam hal ini jika dilihat untuk masyarakat pekerja kaum lemah, mereka akan semakin berada di posisi sulit, kemenaker juga telah melihat hal ini, kami akan meminta saran pendapat dari berbagai pihak untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.”
Di samping itu, serikat buruh juga mengemukakan, indeks harga barang mencakup semua harga barang, bahkan untuk produk makanan dengan skala kenaikan yang sangat besar, juga dengan mudah dipengaruhi oleh produk lainnya mengakibatkan harganya menurun, sehingga tidak sepantasnya menggunakan standar harga barang sebagai patokan. Tersisa 50 hari menjelang bulan September, mereka berharap agar Kemenaker segera melakukan rapat peninjauan upah pokok, jika tidak pada tanggal 1 Oktober mendatang akan disampaikan ke yuan pemeriksa mengadukan kemenaker yang lalai menjalankan tugasnya.