(Taiwan, ROC) --- Surat kabar yang memiliki pengaruh kuat dalam Gereja Katolik, Crux, mengirimkan salah seorang reporternya ke Taiwan. Reporter tersebut mewartakan artikel khusus, secara mendalam membahas hubungan Taiwan dengan Vatikan. Pada tanggal 3 November 2019, artikel tersebut menuliskan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Vatikan untuk mempererat hubungan bilateral dengan Taiwan.
Artikel tersebut meyakini tindak tanduk Daratan Tiongkok yang menginginkan agar Vatikan mengisolasi Taiwan. Vatikan di lain pihak juga terus mengupayakan kebebasan beragama di Negeri Tirai Bambu. Oleh karena itu, tim diplomatik Vatikan berupaya keras memperdalam kerja sama dengan Taiwan, dan menjadikan Taiwan sebagai imbalan negosiasi dengan Daratan Tiongkok.
Artikel tersebut juga mengutip metafora dari film terkenal Amerika Serikat, yang berjudul "The West Wing". Guna melangsungkan negosiasi dengan Daratan Tiongkok, Taiwan menjadi kartu penting Vatikan. Vatikan merupakan satu-satunya negara di Benua Eropa yang masih menjalin hubungan bilateral resmi dengan Taiwan. Hal ini tentu menjadi prioritas utama bagi Negeri Tirai Bambu, untuk merebut Vatikan dari Taiwan.
Sebaliknya, Vatikan ingin mendapatkan banyak keuntungan dari Daratan Tiongkok; di antaranya mempromosikan kebebasan beragama, memperluas pengaruh komunitas Katolik, dan mendorong penyelesaian konflik di kawasan Xinjiang. Selain itu, Vatikan juga berharap dapat mengakhiri konfrontasi panjang antar petinggi agama yang berasal dari otoritas Tiongkok dengan pemuka agama pada umumnya.
Editorial Crux menuliskan bahwa penandatanganan perjanjian penunjukan uskup tahun lalu, telah memungkinkan otoritas Daratan Tiongkok untuk mengontrol legitimasi gereja. Keputusan strategis Daratan Tiongkok berikutnya adalah mendorong Vatikan untuk mengikuti tren internasional, yakni dengan mengisolasi Taiwan secara diplomatis.
Tim kebijakan diplomasi Vatikan dinilai harus mempertimbangkan langkah baru, yakni dengan mempererat hubungan kerja sama dengan Taiwan; di antaranya mengembangkan pencapaian nilai konsensus di sektor budaya, perlindungan lingkungan, dan lain-lain. Atau menunjuk uskup Taiwan untuk menjabat posisi penting di Vatikan.