(Taiwan, ROC) – Teknologi luar angkasa milik Taiwan kembali bersinar dalam panggung dunia internasional. Sistem pendingin AMS-02, hasil karya tim riset Taiwan, pada hari Sabtu pagi tanggal 2 November waktu setempat, tepatnya di markas NASA di Wallops Island, Virginia Amerika Serikat, berhasil diluncurkan dengan bantuan roket, menuju ke stasiun antariksa internasional. Kini pesawat antariksa khusus kargo dilaporkan berhasil memposisikan diri dan terkoneksi baik dengan stasiun antariksa internasional pada hari Senin pagi tanggal 4 November.
Aerospace Industrial Development Corp (AIDC) pada hari Senin tanggal 4 November mengeluarkan pernyataan pers yang menyampaikan bahwa Alpha Magnetic Spectrometer, sistem pendingin luar AMS-02 atau yang disingkat menjadi UTTPS, adalah hasil kerjasama antara Amerika, Daratan Tiongkok, Jerman, Italia dan Taiwan yang terdiri dari National Chen Kung University, Aerospace Industrial Development Corp, Academia Sinica dan National Chung Shan Institute of Science and Technology. Rektor NCKU Su Huey-jen dan professor Yang Yi, bersama dengan General Manager AIDC Alex Ma dan segenap karyawan AIDC turut bersama menyaksikan peluncuran mesin AMS-02 ke angkasa.
Aerospace Industrial Development Corp (AIDC) pada tahun 2006, telah mengikuti program Alpha Magnetic Spectrometer, dan bertugas untuk menangani sarana dan prasarana laboratoriun fisika tingkat tinggi di stasiun antariksa internasional, khususnya dalam pengadaan sistem pengontrolan panas. Program Alpha Magnetic Spectrometer sendiri telah berjalan selama 8 tahun, dan tim periset memutuskan untuk menciptakan sebuah sistem pendingin yang dapat dipasang atau ditambahkan dari luar mesin atau pesawat, maka diluncurkanlah mesin bersistem pendingin AMS-02, dan akan terus diamati proses pengoperasian mesin hingga tahun 2028 mendatang, dimana juga turut akan menyimpan lebih banyak lagi data informasi berkenaan dengan kemisteriusan peledakan kosmik.