(Taiwan, ROC) – Kandidat pemilu presiden yang diusung oleh partai KMT, Han Kuo-yu, belum lama ini baru saja mengajukan usulan untuk menggelar pameran akbar seluruh koleksi di Museum Istana Nasional atau NPM, yang berjumlah hampir mencapai 700 ribu buah. Hal ini segera memicu perdebatan berbagai pihak berkenaan dengan topik digitalisasi dan penghapusan unsur Tiongkok. Kepala NPM Wu Mi-cha pada hari Kamis tanggal 31 Oktober dalam rapat interpelasi oleh Komisi Pendidikan dan Kebudayaan di Yuan Legislatif menyampaikan bahwa akan mengusung program baru NPM. Ia menjelaskan bahwa tugas penyimpanan secara digitalisasi yang dilakukan oleh NPM telah mencapai 26,5%. Namun tentu saja harus melihat kondisi benda koleksi, ada yang telah mencapai tahap digitalisasi 95%, khususnya untuk benda berbentuk gambar lukisan, sementara untuk benda berupa perlengkapan kehidupan telah mencapai 85%. Semua ini dimaksudkan agar dapat mempermudah masyarakat untuk menelusuri benda peninggalan bersejarah melalui sistem digitalisasi.
Berkenaan dengan penghilangan unsur Tiongkok, Wu Mi-cha menjelaskan bahwa di sanalah letak Tiongkok, dan NPM sendiri memiliki koleksi klasik benda-benda Tiongkok yang sangat berharga, sehingga unsur Tiongkok tidak dapat dihapuskan begitu saja.
Wu Mi-cha mengatakan, “Di sisi lain kami bahkan sempat berpikir bahwa ada sebagian benda koleksi akan dibawa ke NPM cabang selatan untuk dipamerkan, atau bahkan pagelaran di luar negeri. Oleh sebab itu, di sini tidak ada permasalahan berkenaan dengan penghapusan unsur Tiongkok, dan itu bukanlah hal yang dihilangkan begitu saja, walau dengan berbagai cara apapun. Untuk itu, kami bahkan berpikir seharusnya melihat dari sudut pandang kacamata Asia, dan apa pengaruh yang diberikan dari benda peninggalan tersebut terhadap Asia pada skala yang lebih luas.”
Adapun jumlah pengunjung NPM pada tahun ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan, hingga pertengahan bulan Oktober, telah mencapai angka lebih dari 870 ribu pengunjung, dibandingkan dengan jumlah total pengunjung tahun lalu yang hanya mencapai angka 760 ribu orang. Namun anggota legislator Ko Chih-en dalam rapat interpelasi menyebutkan jika kualitas pameran di NPM cabang selatan masih memiliki ruang untuk perbaikan, dan tidak sedikit kegiatan yang digelar namun tidak ada hubungannya sama sekali dengan NPM sendiri, sehingga diragukan jika pihak NPM cabang selatan hanya mementingkan jumlah pengunjung semata, yang diibaratkan bagaikan pusat kegiatan kabupaten di kawasan Chiayi saja. Wu Mi-cha menegaskan jika strategi yang digunakan untuk menarik minat wisatawan masuk ke NPM adalah dengan mengajak masuk ke taman terlebih dahulu, kemudian baru masuk ke dalam museum, dan terakhir adalah membeli karcis untuk masuk menikmati pameran di dalamnya. Pihak NPM cabang selatan juga menekankan akan memperbaiki kondisi kualitas pameran, memperpanjang masa pameran dan Wu Mi-cha sendiri menjelaskan jika dirinya tidak akan menyepelekan atau merusak nama baik NPM cabang selatan yang kini ada.
Di pihak lain, guna meningkatkan minat pengunjung dalam negeri, NPM sendiri tengah mengusung program “Kartu masuk museum, cintai Taiwan”, yang akan diluncurkan per Januari tahun depan. Masyarakat Taiwan sendiri dapat senantiasa berkunjung dan masuk ke dalam semua museum nasional, kapan saja selama setahun penuh, dengan harga tiket senilai NT$ 650.