(Taiwan, ROC) - Forum Pemimpin Sains dan Teknologi Global 2019 resmi dibuka di Hotel Mandarin, Taipei, Rabu, 30 Oktober, dihadiri oleh 42 pakar ilmiah dari 23 lembaga riset tingkat nasional dari 18 negara, termasuk Direktur American Institute in Taiwan (AIT), William Brent Christensen, dan Direktur Bureau Français de Taipei, Jean-François Casabonne-Masonnave.
Ini adalah forum teknologi tingkat internasional terbesar yang pernah diorganisasi oleh Kementrian Sains dan Teknologi (MOST). Negara-negara yang ikut serta antara lain Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Prancis, Inggris, Swedia, Ceko, Belanda, Polandia, Rusia, Jepang, Israel, Vietnam, India, Indonesia, Australia, Filipina dan Thailand.
Menteri MOST Chen Liang-gee menerangkan, sebagaimana diungkapkan pendiri Grup Honhai Terry Gou, dunia digital di masa depan akan dibagi menjadi dua sistem, satu lebih menegaskan kebebasan dan satu lagi terkontrol oleh pemerintah, tapi tak peduli sistem mana yang diadopsi atau diberlakukan, semuanya membutuhkan bantuan dari Taiwan.
Menteri Chen Liang-gee mengatakan, “Ketika pengguna menaati regulasi berlainan, Taiwan tidak perlu memutuskan regulasi mana yang semestinya ditaati. Dari segi riset teknologi, tidak ada masalah pemilihan pihak. Kami hanya berharap bisa menguatkan kesiapsiagaan untuk membantu negara mana pun yang membutuhkannya.”
Sementara itu, melalui acara yang sama, Direktur AIT William Brent Christensen menegaskan, partisipasi Taiwan bisa ditemukan dalam berbagai program teknologi canggih seperti program pengamatan Lubang Hitam dan peluncuran satelit FormoSat.
Meski sumbernya sangat terbatas, tegas Christensen, kekuatan sains dan teknologi Taiwan tetap membuatnya memiliki daya kompetisi kuat dan berkemampuan untuk menjalin kerja sama dengan manca negara.