(Taiwan, ROC) – Parade karnaval untuk komunitas LGBT di Taiwan yang tahun ini telah memasuki tahun yang ke 17, digelar pada hari Sabtu tanggal 26 Oktober bertempat di kota Taipei. Ini adalah parade pertama setelah UU pernikahan LGBT diresmikan secara sah oleh Yuan Legislatif. Pihak panitia menyampaikan bahwa pihaknya berharap jika peserta untuk tahun ini diprediksi mampu mencatat sejarah baru yakni hingga mencapai lebih dari 200 ribu orang, hal ini juga bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia internasional akan kondisi keragaman dan rasa toleransi yang tinggi yang dimiliki oleh masyarakat Taiwan, terlebih-lebih berkenaan dengan isu komunitas LGBT dan juga kalangan transgender. Hal yang tidak dapat dipungkiri adalah “Kekuatan pink atau merah muda”, yang perlahan namun pasti, telah merebak hingga ke berbagai bidang, termasuk juga dalam bidang perpolitikan Taiwan. Oleh sebab itu, guna menyatakan dukungan dan apresiasi akan apa yang telah dilakukan oleh masyarakat Taiwan terhadap penerimaan komuniatas LGBT, maka kantor perwakilan yang bertempat di Taiwan juga turut menurunkan delegasi mereka untuk turut meramaikan kegiatan parade kali ini, antara lain Amerika, Uni Eropa, Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, Swedia dan lain sebagainya.
Setelah UU Khusus Pernikahan bagi komunitas LGBT diloloskan oleh Yuan Legislatif, maka pasangan LGBT dapat mencatatkan pernikahannya secara resmi di kantor sipil setempat, sehingga tahun 2019 boleh disebut juga sebagai tahun pertama bagi legalnya pernikahan LGBT di Taiwan. Parade LGBT yang digelar setahun sekali ini, untuk kali ini menggunakan tema “Sisi Baik LGBT”, berharap agar komunitas LGBT mampu memberikan sebuah lingkungan yang baik dan ramah bagi orang yang berada di sekitarnya. Dengan adanya keinginan untuk saling memahami lebih mendalam, memberikan dukungan dan bantuan bagi orang yang ada di sekitarnya, tanpa memandang perbedaan apakah ia adalah LGBT atau bukan, maka hal ini secara langsung juga turut serta membangun sebuah lingkungan kehidupan yang penuh dengan kedamaian dan keramahan di Taiwan. Taiwan menjadi negara pertama di kawasan Asia yang melegalkan pernikahan LGBT, yang mana hal ini belum tentu dapat ditemukan di negara lain di kawasan Asia.
Berkenaan dengan rute perjalanan yang ditempuh oleh parade kali ini, akan terbagi menjadi 6 barisan dengan menggunakan tanda warna yang berbeda, antara lain merah, orange, kuning, hijau, biru dan ungu, yang kemudian akan menyatu menjadi satu barisan besar, dengan jarak perjalanan parade mencapai 5,4 km. Adapun rute dan masa perjalanan parade diperhitungkan dan ditata seperti demikian, agar seluruh masyarakat baik dalam dan luar negeri, mampu melihat kekuatan yang terhimpun karena adanya kebersatuan.
Parade LGBT kali ini dimulai pada pukul 13:30, dengan mengambil garis start dari depan alun-alun Kantor Pemerintah Kota Taipei, dan akan berjalan hingga mencapai titik akhir di depan alun-alun Istana Kepresidenan di jalan Ketagalan Road. Bahkan jika melihat dari aplikasi google maps, untuk hari Sabtu tanggal 26 Oktober sehari penuh, akan terlihat rute dan warna parade terkait, sehingga memudahkan para peserta untuk bisa meramaikan acara parade tahunan tersebut.
Untuk tahun ini, duta kegiatan parade LGBT adalah penyanyi muda terkenal Taiwan, HUSH, yang juga akan turut berjalan mengikuti parade, dari awal hingga titik akhir. Pada akhir parade, ia akan bersama dengan para peserta bernyanyi di depan Istana Kepresidenan. Dalam acara akhir di depan Istana Kepresidenan, juga akan diisi dengan beragam pertujukkan budaya, musik dan juga seminar terbuka terkait, dan seluruh kegiatan parade LGBT akan berakhir tepat pada pukul 7 malam.
Selain itu, Kantor Perwakilan Amerika di Taiwan atau AIT (American Institute in Taiwan) pada hari Sabtu tanggal 26 Oktober menyampaikan bahwa pihak AIT selaku perwakilan resmi pemerintah Amerika, akan bersama-sama dengan organisasi GLIFAA, yakni organisasi LGBT Kementrian Luar Negeri Amerika juga akan turut meramaikan parade 2019 kali ini.
Berbagai kantor perwakilan dari Uni Eropa juga tidak lupa telah memberikan ucapan selamat di laman akun facebook mereka masing-masing, selain itu juga akan turut mengutus delegasi untuk meramaikan parade kali ini. Adapun negara-negara yang akan turut meramaikan antara lain Uni Eropa, Australia, Austria, Belgia, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Itali, Luksemburg, Belanda, Selandia Baru, Swiss, Swedia dan Inggris.
Kepala Kantor Perwakilan Dagang dan Ekonomi Uni Eropa, Filip Grzegorzewski, secara khusus merekam sepotong klip video untuk mengimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat turut meramaikan kegiatan akbar parade LGBT kali ini, meminta masyarakat dapat memberikan ruang dan toleransi kepada kelompok LGBT, selain itu juga tidak lupa memberikan bendera berwarna pelangi secara gratis kepada para peserta parade.