(Taiwan, ROC) - Seorang bocah lelaki berusia satu tahun yang meninggal pada bulan September telah dikonfirmasi sebagai korban meninggal akibat enterovirus pertama tahun ini, demikian berdasarkan keterangan yang dirilis oleh Pusat Pengendalian Penyakit (CDC), Selasa, 22 Oktober.
Bocah dari Taiwan selatan itu meninggal pada 28 September setelah komplikasi dari enterovirus tipe 71, yang merupakan penyebab sekitar 80 persen dari 50 kasus enterovirus dengan komplikasi akut yang tercatat tahun ini, kata CDC.
Dalam laporan mingguan Pusat Intelijen Epidemi CDC, Direktur Liu Ting-ping (劉定萍) mencatat bahwa anak itu telah dirawat di klinik pada tanggal 26 dan 27 September setelah menderita gejala mirip flu termasuk demam dan muntah, sebelum dibawa ke rumah sakit 28 September di mana ia meninggal karena gagal jantung.
Meskipun saudara laki-laki anak itu dirawat karena gejala enterovirus pada awal September, dan sekolahnya kemudian ditutup untuk menghentikan penularan lebih lanjut, dokter CDC menyimpulkan, juga ada kemungkinan bahwa anak itu terjangkit virus yang sangat menular di tempat umum, jelas Liu.
Menurut statistik CDC, 13-19 Oktober, total 16.400 orang mencari perawatan darurat untuk gejala yang menyerupai enterovirus, berkurang 7 persen dari seminggu sebelumnya.
Wakil Direktur Jenderal CDC Lo Yi-chun (羅一鈞) mengingatkan, puncak musim enterovirus tahun ini telah berlalu, dan jumlah kasus baru juga terus menurun selama empat minggu berturut-turut, tapi berdasarkan penilaian saat ini, ancaman enterovirus di Taiwan masih akan bertahan selama satu bulan lagi.