(Taiwan, ROC) -- Presiden Tsai Ing-wen hari Senin (21/10) hadir dalam acara pembukaan Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia (FIDH) ke 40, dalam sambutannya Presiden Tsai menyampaikan, sejak ia menjabat sebagai presiden, pemerintah berupaya keras meningkatkan jaminan HAM pada seluruh masyarakat sosial, selain berusaha menghilangkan batasan dan diskriminasi pekerja wanita di tempat kerja, juga mempromosikan reformasi hukum, memperkuat jaringan keamanan masyarakat sosial, meningkatkan perawatan dan jaminan kaum rentan. Serta menjadikan Taiwan sebagai negara pertama di Asia yang melegalkan pernikahan sesama jenis, ia mengemukakan, proses ini tidaklah mudah tetapi kita dapat melakukannya.
Kepala negara membeberkan, meskipun Taiwan tidak menjadi anggota Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tetapi banyak peraturan hukum kemanusiaan internasional yang dimasukkan dalam peraturan hukum nasional, dan mengundang pakar internasional untuk melakukan peninjauan ke Taiwan untuk memperkokoh perlindungan HAM, dengan demikian perlindungan HAM baru dapat dimulai, Taiwan juga mengetahui dengan jelas bahwa pemerintah tidak mungkin menjalankan hal ini sendirian, maka dari itu lembaga sosial masyarakat memainkan peran penting dalam membantu pemerintah dalam upaya melindungi HAM rakyat, juga membantu pemerintah untuk berkomunikasi dengan masyarakat.
Presiden Tsai mengatakan, “Seperti proses demokratisasi, hak asasi manusia juga memerlukan tahapan untuk dipromosikan, kita harus melihat ke masa depan, banyak hal yang masih harus dimengerti, tetapi kita harus berupaya keras setiap harinya agar Taiwan dapat lebih adil.”
Panitia penyelenggara menyampaikan, memilih Taiwan sebagai tempat penyelenggaraan karena Taiwan adalah negara dengan demokratis masyarakat yang berkembang pesat, dan jika dibandingkan dengan kebanyakan negara di kawasan ini, Taiwan terus mengembangkan promosi hak asasi dan nilai-nilai demokrasi, menjadikannya sebagai salah satu negara yang paling demokrasi dan progresif di Asia.