History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai Ing-wen: Taiwan Miliki Kemampuan dan Siap Berdedikasi Bagi Dunia

  • 17 October, 2019
  • 譚雲福
Presiden Tsai Ing-wen: Taiwan Miliki Kemampuan dan Siap Berdedikasi Bagi Dunia
Presiden Tsai Ing-wen: Taiwan Miliki Kemampuan dan Siap Berdedikasi Bagi Dunia

        (Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen pada hari Kamis pagi tanggal 17 Oktober, saat menerima rombongan kunjungan prajurit pelajar internasional kelas perwira angkatan tinggi National Defense University periode ke 14 tahun 2019 di Istana Kepresidenannya, dalam kata sambutan menyampaikan bahwa semua prajurit pelajar yang hadir adalah perwira angkatan tinggi di negaranya masing-masing, atau mungkin juga memiliki kedudukan jabatan penting kenegaraan. Dirinya merasa bahagia dapat duduk bersama-sama dengan para prajurit pelajar internasional, melalui program pertukaran seperti yang tengah diusung tersebut, dengan mengundang para pakar ahli dan professional secara berkala ke Taiwan, melakukan pertukaran dan bimbingan pelatihan tentang strategi tempur. Selain itu, Presiden Tsai Ing-wen pada Kamis pagi juga menerima rombongan kunjungan dari International Republican Institute dari Amerika. Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan bahwa program “Satu negara dua sistem” selamanya tidak pernah akan menjadi bagian dari pilihan oleh masyarakat Taiwan.

        Saat memberikan kata sambutan, dirinya mengutarakan bahwa selama kurun waktu 3 tahun terakhir ini, Taiwan tetap menjalin hubungan dan pertukaran yang sangat erat dengan negara-negara yang ada di kawasan Amerika tengah dan selatan, selain itu juga tidak lupa melakukan kunjungan kenegaraan langsung. Hal itu dimaksudkan untuk dapat memahami berbagai program kerjasama yang tengah dilakukan di negara setempat, serta menyaksikan sendiri keberhasilan para investor Taiwan di negeri orang. Hal ini menunjukkan bahwa selain pemerintah dan pertukaran yang dilakukan oleh pihak swasta, Taiwan telah menjalin tali silahturahmi yang sangat erat dengan setiap negara yang ada. Presiden menegaskan bahwa dalam menghadapi tekanan yang diberikan oleh Daratan Tiongkok, Taiwan akan menggunakan langkah yang lebih realistis dan langsung melakukan pertukaran dengan dunia, sehingga dirinya berharap dunia internasional bisa mengetahui akan kemampuan yang dimililiki oleh Taiwan dan keinginan untuk berdedikasi yang tinggi bagi dunia.

        Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Seiring dengan perubahan yang terjadi era saat ini, maka seluruh dunia menghadapi tantangan yang lebih banyak lagi. Taiwan sebagai salah satu bagian dari komunitas sosial dunia internasional, sekalipun harus menghadapi tekanan yang diberikan oleh Daratan Tiongkok, khususnya dalam ruang gerak keikutsertaan di panggung dunia, namun kami tetap akan menggunakan langkah cara yang lebih nyata dan melakukan pertukaran langsung dengan dunia, antara lain dunia perindustrian pertanian dan perikanan, teknologi medis dan kedokteran, kami berharap dunia bisa mengetahui bahwa Taiwan memiliki kemampuan yang pasti, dan tekad kuat Taiwan dalam memberikan dedikasi kepada dunia.”

        Adapun prajurit pelajar internasional kelas perwira angkatan tinggi National Defense University terdiri dari berbagai perwira angkatan tinggi yang berasal dari negara-negara di kawasan Amerika tengah dan selatan, perairan Laut Karibia, satuan kepolisian dan para pengajar. Kelas pertukaran dan bimbingan pelatihan tersebut digelar selama 4 pekan, dengan diisi berbagai hal yang berhubungan dengan politik, ekonomi, kemiliteran, budaya dan pendidikan. Selain itu juga memperkenalkan berbagai lokasi spot terkenal di Taiwan, mencicipi sajian kuliner khas Taiwan, sehingga melalui kelas tersebut dapat bisa memahami kondisi Taiwan, persiapan dan strategi tempur serta mengenal keragaman yang dimiliki oleh Taiwan.

        Presiden Tsai Ing-wen saat menerima rombongan kunjungan International Republican Institute dari Amerika menyampaikan, Taiwan dan Amerika sama-sama memiliki kesepahaman yang serupa akan nilai-nilai dasar kebebasan demokrasi dan juga sebagai negara hukum. Taiwan dan Amerika juga memiliki kesepahaman yang selaras akan masa depan kawasan samudra Hindia Pasifik. Dirinya yakin dan percaya bahwa salah satu langkah untuk dapat terus mempertahankan kestabilan perdamaian kawasan Asia Pasifik, adalah dengan terus memberikan perlindungan dalam hubungan antara Taiwan dan Amerika secara nyata, bersama-sama melindungi kebebasan berdemokrasi. Ia juga kembali menyebutkan bahwa program “Satu negara dua sistem” selamanya tidak pernah akan menjadi bagian dari pilihan masyarakat Taiwan.

        Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Belakangan ini, kasus aksi demonstrasi perjuangan demokrasi yang terjadi di Hong Kong dan kerusuhan massa, membuat masyarakat Taiwan memahami betapa pentingnya perlindungan terhadap sistem demokrasi yang kini tengah dinikmati oleh masing-masing rakyat. Kita akan tetap mempertahankan kedaulatan dan demokrasi Taiwan, akan terus melanjutkan perlindungan kebebasan, demokrasi dan nilai-nilai dasar hak asasi manusia di kawasan Hindia Pasifik. Saya sekali lagi menegaskan bahwa ‘Satu negara dua sistem’, selamanya tidak pernah akan menjadi bagian dari pilihan oleh masyarakat Taiwan.”

        Presiden Tsai Ing-wen menyebutkan bahwa kunjungan International Republican Institute, juga turut membawa paparan analisa penyelidikan berkenaan dengan upaya penangkalan serangan berita hoaks. Presiden menjelaskan bahwa setiap kali menerima tamu kunjungan, maka salah satu bahan materi pembicaraan yang penting adalah tentang berita hoaks. Ia juga menyatakan terima kasih kepada International Republican Institute telah mengutus pakar ahlinya ke Taiwan, guna memahami kondisi tantangan serangan berita hoaks, melakukan pengkajian program pencegahan dan bersama-sama berupaya mempertahankan asas demokrasi.

Komentar

Terbarumore