(Taiwan, ROC) - Hubungan Taiwan-Amerika Serikat tahun ini memasuki kondisi paling baik dalam beberapa puluh tahun terakhir, dan diharapkan bisa terus dikembangkan bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi dan perdagangan.
Demikian diungkapkan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) ketika menemui Ketua Institut Amerika di Taiwan (AIT) James Moriarty di Kantor Kepresidenan, Taipei, Rabu, 16 Oktober.
Menurut kepala negara, pengamatan ini terbukti dari semakin eratnya interaksi dan pertukaran antara kedua pihak, termasuk digelarnya Konsultasi Tata Pemerintahan Demokratis Indo-Pasifik (Indo-Pacific Democratic Governance Consultations) bulan lalu, dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri untuk Australia, Selandia Baru dan Kepulauan Pasifik, Sandra Oudkirk.
Presiden mengatakan, “Rombongan industri pertanian yang dibentuk di Taiwan bulan lalu, diperkirakan akan membeli produk pertanian senilai US$3,7 milyar dalam dua tahun mendatang. Di bawah fondasi baik ini, kami harap Perjanjian Perdagangan Bilateral Taiwan-Amerika Serikat bisa secepatnya ditandatangani, untuk selanjutnya mendorong kemajuan perdagangan bilateral.”
Kepala negara juga menegaskan kembali tekad Taiwan untuk berkontribusi pada dunia, berusaha berpartisipasi dalam kegiatan dan organisasi internasional, kendati ruang hidup diplomatik Taiwan selalu tertekan oleh Daratan Tiongkok.
Sementara itu, selain juga meyakinkan pertumbuhan hubungan Taiwan-Amerika Serikat dalam satu tahun silam, Moriarty menegaskan bahwa Washington sangat mengutamakan keamanan Taiwan, kestabilan dan perdamaian Selat Taiwan.
Moriarty mengatakan, “Amerika Serikat sangat prihatin pada tekanan dari RRT terhadap Taiwan dalam bidang politik, ekonomi dan militer. Washington menolak upaya unilateral untuk mengubah kondisi, karena ini akan merusak kerangka bagi perdamaian dan kestabilan regional untuk lebih dari 10 tahun terakhir ini.”
Ketua AIT James Moriarty sedang mengadakan kunjungan kerja di Taiwan sepanjang enam hari. AIT, untuk diketahui, adalah lembaga perwakilan Amerika Serikat di Taiwan tanpa adanya hubungan diplomatik antara kedua negara.