(Taiwan, ROC) – Instansi Kesehatan pihak Amerika Serikat setempat pada hari Sabtu tanggal 11 Oktober menyampaikan bahwa sejak bulan Maret tahun ini hingga sekarang, rokok elektronik yang kerap dikenal dengan Vape, diketahui telah mengakibatkan sedikitnya 26 orang meninggal dunia dan 1.300 an orang menderita kerusakan pada paru-paru.
Pihak pejabat terkait kini masih dalam proses melakukan penelitian lebih lanjut dan juga cara penanganannya.
Dalam laporan pers yang dirilis oleh media AFP menyebutkan bahwa pihak CDC Amerika Serikat menjelaskan dari 21 negara bagian di Amerika, dilaporkan terdapat 26 orang yang tewas akibat vaping dan 1.299 orang yang menderita kerusakan pada bagian paru-paru.
Dari 1.043 kasus yang dimiliki, dapat dilihat ada sebanyak 70% korban adalah laki-laki dan 80% dari mereka masih berusia di bawah 35 tahun.
Dari 3/4 penderita tersebut, ada yang pernah namun ada juga yang tidak pernah menyentuh produk berunsur nikotin, namun menghirup bahan THC atau Tetrahydrocannabinol. Tetrahydrocannabinol adalah bahan yang dikategorikan mengandung unsur ganja yang dapat memberikan pengaruh kepada jiwa dan juga fungsi otak.
Awalnya rokok eletronik atau vape diproduksi untuk menjadi bagian dari tahapan jenjang penghentian penggunaan rokok, sehingga banyak sekali generasi muda yang memakainya, bahkan menjadi sebuah tren yang memiliki tingkat kenaikan sangat signifikan. Pada tahun 2019, dari instansi statistik setempat dilaporkan ada 1/4 pelajar yang pernah menggunakan vape di dalam masa 30 hari terakhir ini.
Rokok elektronik sendiri diproduksi massal pada tahun 2006 di Amerika, kini apakah berbagai kasus korban yang disebutkan tadi memiliki hubungan keterkaitan dengan penggunaan rokok elektronik atau tidak, masih tidak dapat diketahui secara jelas, karena semua kasus masih dalam penelitian, yang mana ada juga kemungkinan dikarenakan adanya kesalahan oleh pihak medis saat pemeriksaan kondisi penyakit korban.
Merokok dapat merugikan kesehatan, dan bisa mengakibatkan kanker paru-paru, penyakit jantung dan juga penyakit lainnya. Ibu hamil yang merokok juga dapat mengakibatkan janin menjadi tidak sehat dan bisa terlahir abnormal, atau kekurangan berat badan. Dengan mengurangi kebiasaan merokok dapat turut mengurangi permasalahan kesehatan manusia.