History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tulisan Kantor Perwakilan ROC Tolak Taiwan dalam INTERPOL Menguntungkan Pejahat

  • 11 October, 2019
  • 曾秀情
Tulisan Kantor Perwakilan ROC   Tolak Taiwan dalam INTERPOL Menguntungkan Pejahat
Tulisan Kantor Perwakilan ROC Tolak Taiwan dalam INTERPOL Menguntungkan Pejahat

(Taiwan, ROC) -- Kepala Kantor Perwakilan ROC untuk Amerika Serikat, Stanley Kao menulis artikel di “Washington Times” berharap Taiwan dapat dengan status anggota pengamat turut dalam sidang Organisasi Polisi Kriminalitas Internasional (INTERPOL), disampaikan apabila sampai mengecualikan Taiwan kegiatan penegakkan hukum internasional, ini berarti satu-satunya pemenang adalah penjahat internasional dan teroris.  

Stanley Kao dalam tulisan yang disampaikan ke Washington Times menegaskan, di era terorisme internasional sekarang ini, kejahatan dunia maya, penipuan telekomunikasi dan kejahatan transnasional seperti penyelendupan narkoba lintas batas, kerja sama penegakan hukum internasional sangatlah penting

Ia juga menyampaikan, sejak Daratan Tiongkok bergabung dalam INTERPOL tahun 1987, selama 35 tahun ini Taiwan dikecualikan oleh INTERPOL sehingga Taiwan tidak dapat menggunakan informasi dalam sistem I-24/7 Global Police Communications System. Keterlibatan Taiwan sangat penting untuk itu ia berharap Taiwan dapat berpartisipasi sebagai pengamat dalam sidang INTERPOL yang akan diselenggarakan di San Diago, Chili pada tanggal 15 – 18 mendatang.

Dalam tulisan juga mengutip perkataan Kepala Biro Kepolisian Kriminal, Kementerian Dalam Negeri Huang Ming-zhao, yang mengemukakan bahwa Taiwan berkomitmen untuk memerangi kejahatan lintas batas, hanya dengan berpartisipasi dalam INTERPOL baru dapat memperoleh informasi secara lengkap dan tepat waktu dengan demikian baru dapat menegakkan hukum dengan tepat dan bekerja sama lebih erat dengan agen kepolisian global dalam memerangi kejahatan lintas batas. Huang Ming-zhao menekankan menekankan bahwa untuk kebutuhan mempertahankan keamanan global dan keadilan sosial harus berada di atas dari geografi, ras, dan politik. Taiwan harus dilindungi oleh mekanisme INTERPOL. Buku itu menunjukkan bahwa Taiwan memiliki kemampuan dan keinginan untuk memberikan lebih banyak kontribusi, sebagai contoh kerja sama dengan Filipina pada Agustus 2018, dan kemudian bekerja sama dengan Korea Selatan pada bulan Oktober, memecahkan sejumlah besar penyelundupan amfetamin.

Stanley Kao juga mengutip Pasal 2 dari Piagam INTERPOL bahwa “INTERPOL bertujuan untuk memastikan dan mempromosikan kerjasama timbal balik yang seluas mungkin antara semua agen kepolisian, dan tidak ada pengecualian karena faktor politik.

Dia mengatakan bahwa Taiwan tidak dapat berpartisipasi karena penindasan Orwellian Beijing. Pada 2017, Taiwan mengajukan 130 permintaan untuk berbagi informasi dan bantuan ke negara-negara terkait, tetapi hanya menerima 46 tanggapan. Aplikasi Taiwan untuk berpartisipasi dalam konferensi INTERPOL sebagai pengamat pada 2017 dan 2018 juga ditolak dan bahkan diminta untuk dialihkan ke Beijing.

Buku ini menegaskan bahwa Taiwan secara strategis terletak di Asia Timur Laut dan Asia Tenggara, dan merupakan pusat bagi orang-orang, logistik dan arus keuangan. Pada tahun 2018, hampir 70 juta penumpang keluar dan masuk Taiwan. Taiwan terus dikeluarkan dari INTERPOL, hal ini tidak kondusif bagi kerja sama internasional dalam anti-terorisme dan anti-narkoba dan kejahatan transnasional lainnya. Taiwan berhak untuk berpartisipasi dalam INTERPOL, dan Beijing tidak berhak untuk mewakili 23 juta orang Taiwan.

Stanley Kao menghimbau masyarakat dan pemerintah setiap negara untuk mendukung Taiwan dengan status anggota pengamat turut dalam sidang INTERPOL dan sidang, mekanisme serta kegiatan pelatihan terkait lainnya. Apabila Taiwan dikecualikan dari kegiatan penegakkan hukum internasional maka para penjahat internasional dan teroris akan menjadi pemenang.

Komentar

Terbarumore