(Taiwan, ROC) – Hari ini perayaan HUT ROC ke-108, Presiden Tsai Ing-wen pada hari Kamis ini tanggal 10 Oktober 2019 menghadiri Upacara Perayaan HUT ROC di alun-alun Istana Kepresidenan. Pertama-tama Presiden Tsai menyampaikan terima kasih kepada mantan Presiden Ma Ying-jeou, mantan Wapres Annette Lu, Wu Den-yih dan semua politikus yang ikut menghadiri perayaan hari ini, dilanjutkan dengan pidato “Negara Tangguh, Taiwan Bergerak Maju”.
Presiden Tsai mengemukakan, perubahan dunia terjadi dengan cepat, bahkan semakin intens, mencakup perang dagang AS-Daratan Tiongkok yang masih terus berlangsung, Hongkong kehilangan kendali akibat kegagalan “Satu Negara Dua Sistem”, berdasarkan “Satu Negara Dua Sistem untuk Taiwan”, Daratan Tiongkok terus memberi tekanan kepada Taiwan, bermacam pernyataan ancaman yang menggangu stabilitas dan perdamaian regional, sebagai negara bebas berdemokrasi menghadapi tantangan ini, ketika perkembangan Republik Tiongkok menghadapi ancaman, kita wajib berdiri dan membela, menolak “Satu Negara Dua Sistem”, dari 23 juta warga Taiwan tanpa membedakan partai dan posisinya, menjadi kesepakatan terbesar. Ia menekankan, Daratan Tiongkok telah menempatkan diri di Taiwan selama lebih dari 70 tahun, sekali menerima “Satu Negara Dua Sistem”, maka tidak ada ruang lingkup bagi Republik Tiongkok untuk eksis, sebagai presiden maka membela dan mempertahankan kedaulatan negara bukan memprovokasi namun ini merupakan tanggung jawab dasar baginya.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Kami bersama menghadapi tahapan ini, tanpa membedakan berpihak pada partai yang manam asalkan sebagai warga masyarakat yang hidup di tanah ini, semua tidak saling membedakan satu sama lain. “Republik Tiongkok” bukan hak paten milik siapapun, begitu pula “Taiwan” tidak boleh dimonopoli. “Republik Tiongkok” kata-kata ini sama sekali tidak membedakan warna biru atau hijau, ini menjadi kesepahaman bersama yang terbesar.”
Harapan di masa depan, Presiden Tsai mengatakan, Daratan Tiongkok menggunakan “Kekuatan tajam” secara berangsur-angsur memberikan tekanan, namun Taiwan sebagai bagian anggota penting dalam kawasan, akan memenuhi tanggung jawab internasional, tidak memprovokasi, bersatu dengan negara-negara yang memiliki pandangan serupa menjaga status quo perdamaian selat Taiwan yang mengalami perubahan sepihak, agar semua ini terpenuhi, maka Taiwan wajib bersatu, bersikeras mempertahankan nilai demokrasi kebebasan, agar hak kepentingan generasi berikutnya terjamin.
Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan sasaran masa depan Taiwan semakin jelas, mencakup membiarkan masyarakat bersatu di bawah bendera bebas berdemokrasi, membela kedaulatan negara, melanjutkan memperkuat Taiwan, meningkatkan kekutan perekonomian Taiwan agar masyarakat makmur negara kuat; saat bersamaan aktif go internasional, menghadapi tantangan agar Republik Tiongkok di atas panggung dunia internasional dapat bertepuk dada, semakin berani dan percaya diri.