History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kementrian dari Filipina dan Indonesia Akan Bantu Perjuangkan Hak ABK Masing-Masing

  • 03 October, 2019
  • 譚雲福
Kementrian dari Filipina dan Indonesia Akan Bantu Perjuangkan Hak ABK Masing-Masing
Kementrian dari Filipina dan Indonesia Akan Bantu Perjuangkan Hak ABK Masing-Masing

        (Taiwan, ROC) – Jembatan penghubung dua dermaga, jembatan Nanfang’Ao yang terletak di kabupaten Yilan, ambruk dan menyebabkan 3 ABK asal Indonesia dan 2 ABK asal Filipina yang meninggal dunia. Kementrian Luar Negeri Indonesia pada hari Rabu tanggal 2 Oktober menyampaikan bahwa Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei akan memberikan bantuan penanganan berkenaan dengan pemulangan jenazah dan juga membantu proses pengajuan dana santunan dan berbagai hak lainnya yang dimiliki oleh korban. Sementara itu, Kementrian Ketenagakerjaan Filipina menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan bantuan dalam hal pemulangan jasad korban dan termasuk mengupayakan adanya ganti rugi dan dana santunan yang selayaknya diberikan kepada keluarga korban.

        Jembatan Nanfang’Ao sendiri ambruk pada tanggal 1 Oktober, yang turut mengakibatkan truk tanki minyak dan warga setempat jatuh ke dalam laut. Ada 6 anak buah kapal asing yang diperkirakan terperangkap di dalam dek kapal yang tertekan oleh reruntuhan jembatan. Kementrian Luar Negeri Indonesia melalui pernyataan tertulisnya menyebutkan bahwa ada 3 warga Indonesia yang masih tidak diketahui nasibnya, pihak regu penyelamat Taiwan sendiri telah berhasil menemukan 2 jasad korban, dan telah dilarikan ke rumah sakit Veteran di Yilan, sementara satunya lagi masih dalam tahap pencarian, yang akan terus dilangsungkan selama 72 jam berturut tanpa berhenti, dan akhirnya berhasil juga menemukan jasad yang ke enam.

        Dari pihak Kementrian Ketenagakerjaan Filipina, DOLE menyampaikan bahwa ada 2 pekerja migran asal Filipina yang menjadi korban, antara lain Andree Abregana Serencio dan Gorge Jagmis Impang. Selain itu masih ada satu pekerja migran asal Filipina yang hingga kini masih belum diketahui nasibnya, yakni Romulo Illustrimo Escalicas Junior.

        Merujuk kepada pemberitaan media Filipina, Gorge Jagmis Impang adalah anggota dari Overseas Workers Welfare Administration atau OWWA, sehingga pihak keluarga korban bisa mendapatkan bantuan dana santunan dari OWWA. Jika melihat data statistik pada tahun 2017, Andree Abregana Serencio tidak lagi menjadi anggota aktif dari OWWA.

        Kementrian Ketenagakerjaan atau MOL dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan jika pihaknya telah memberikan informasi kejadian bencana kepada anggota keluarga korban, dan akan memberikan bantuan penanganan pemulangan jenasah korban hingga ke negara asalnya, membantu proses pengupayaan adanya biaya ganti rugi dan dana santunan serta hak-hak lainnya yang dimiliki oleh korban.

        Kejadian ambruknya jembatan Nanfang’Ao telah turut menyebabkan total 12 korban manusia, dan 9 di antaranya adalah anak buah kapal pria berkewarganegaraan asing.

        Kementrian Luar Negeri Indonesia menjelaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan PWNI dan juga IETO dalam hal proses penanganan korban bencana, sehingga jasadnya dapat segera dipulangkan kembali ke tanah air, serta memperjuangkan semua hak yang selayaknya diberikan kepada keluarga korban. Untungnya semua korban tewas adalah para pekerja migran yang memiliki kontrak kerja resmi sebagai ABK.

Komentar

Terbarumore