History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MAC menyesalkan penggunaan kekerasan berlebihan oleh polisi dalam menindas aksi protes anti UU Ekstradisi di Hong Kong

  • 03 October, 2019
  • 陳志勇
MAC menyesalkan penggunaan kekerasan berlebihan oleh polisi dalam menindas aksi protes anti UU Ekstradisi di Hong Kong
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Lin Fei-fan (林飛帆)

(Taiwan, ROC) - Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) menyampaikan penyesalan yang sangat besar atas tertembak dan meninggalnya seorang siswa berusia 18 tahun dalam aksi protes anti RUU Ekstradisi di Hong Kong pada hari Selasa, dan mengecam tindakan polisi Hong Kong sebagai penggunaan kekerasan yang berlebihan.

Melalui suatu pernyataan yang dirilis Selasa malam, MAC mengatakan mereka menyesalkan gangguan sosial dan bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa yang terjadi Selasa dan mengkritik "penggunaan tenaga polisi yang tidak perlu dan berlebihan" dalam insiden penembakan tersebut.

MAC mengingatkan, jika pemerintah Hong Kong terus menekan demokrasi dengan kekerasan yang tidak terkendali, itu hanya akan menciptakan lingkaran buruk.

"Penggunaan senjata dan amunisi berulang kali tanpa alasan untuk merampas kebebasan warga hanya akan memperburuk pertikaian dan perselisihan," kata pernyataan itu.

Sementara itu, partai berkuasa Partai Progresif Demokratik (DPP) hari Rabu juga menyerukan pemerintah Hong Kong dan Beijing menghentikan penggunaan kekerasan tidak pantas yang tidak bisa diterima kalangan internasional.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Lin Fei-fan (林飛帆) mengatakan, “Mewakili DPP, kami sekali lagi mengecam kekerasan yang terjadi di Hong Kong kemarin, juga kembali menyerukan pemerintah Hong Kong dan Beijing menghentikan semua kekerasan tidak pantas. Kami percaya apa yang terjadi kemarin telah melanggar batas moralitas masyarakat internasional. Dunia tidak akan menoleransi pelanggaran HAM seperti ini.”

Presiden RRT Xi Jinping (習近平) sehari sebelumnya baru saja menyatakan melalui pidato hari nasional, bahwa Tiongkok akan berusaha mempertahankan kemakmuran dan kestabilan jangka panjang di Hong Kong dan Makau. Tapi, tukas Lin, apa yang terjadi di Hong Kong sepenuhnya kontradiksi dengan pernyataan tadi.

Komentar

Terbarumore