(Taiwan, ROC) – Guna dapat menjalin hubungan kerjasama dengan dunia perfilman Hollywood, sutradara film periklanan, David Lin, akan segera memulai pengambilan shooting untuk film layar kaca, yang berhubungan dengan kehidupan kalangan imigran baru di Taiwan, dengan mengambil judul “Di rumah ada anak-anak Amerika”, dan pemeran sepupu pria dalam film tersebut akan dimainkan oleh Shao Hsin, seorang pelaku seniman, yang kini juga membuka toko di Los Angeles, Amerika.
Aktor Shao Hsin menjalankan usaha lintas bidang, antara lain toko kedai mie daping sapi, Arcadia, yang terletak di Los Angeles, Amerika. Dan kebetulan dirinya memang berjodoh untuk dapat berkenalan dengan sutradara film periklanan, David Lin yang kala itu kebetulan sedang berkunjung ke Amerika.
David Lin, Shao Hsin dan produser film Light & Shadow, kini tengah menggarap proyek pembuatan film berjudul “Di rumah ada anak-anak Amerika”.
Pengambilan shooting untuk film ini, telah dimulai sejak bulan Mei lalu di Amerika, dengan pemain antara lain David Lin, istri Hsieh Yen-ting dan ketiga orang anaknya. Dengan latar belakang kondisi kehidupan keluarga imigran baru saat ini yang ada di Taiwan, yang berbenturan dengan gaya hidup dan kebudayaan di Amerika, serta berbagai persoalan kecil dalam kehidupan dewasa saat ini.
6 tahun lalu, David Lin meninggalkan profesinya, menaruh kembali sebutan “Sutradara film iklan”, dan bersama-sama dengan keluarganya menetap di Amerika. Di saa ada waktu senggang, ia juga kerap menggunakan fungsi lensa kameranya, untuk mencatat setiap memori kehidupan sehari-hari, dengan merubah garasi mobilnya menjadi sebuah ruang studio sederhana.
Shao Hsin, dalam beberapa tahun terakhir ini, secara perlahan mulai meninggalkan dunia seni hiburan yang digelutinya selama ini, merubah usaha seni menjadi usaha makanan dan minuman. Mulai dari tahun ini, Shao Hsin membuka gerai toko Arcadia, yang menawarkan makanan berupa mie daging sapi ciri khas dari kampung halamannya, lengkap dengan sayur dan pangsit, di kota Los Angeles yang memiliki banyak pendatang keturunan Tionghwa. Berkat hal ini, barulah terjalin hubungan Shao Hsin dengan David Lin, dan memainkan tokoh ‘kakak sepupu’ dalam film.
Shao Hsin mengatakan, “Ini akan sangat menarik, terutama bagaimana akting anak-anak di dalamnya dan juga menguji semangat anak-anak dalam bermain film. Ini juga menyalakan kembali niat akting dalam diri, sehingga saya juga baru dapat ikut serta di dalamnya.”
3 anak-anak, dibesarkan di Amerika, dengan ciri khas dalam setiap percakapan selalu dimulai dengan bahasa Mandarin, dan baru disusul dengan bahasa Inggris. Film ini menargetkan para penonton utama berasal dari kalangan komunitas yang mengerti bahasa Mandarin. David Lin menambahkan bahwa dirinya berharap film ini mampu benar-benar menampilkan suasana kehidupan yang nyata di Los Angeles. Ia yakin bahwa setiap imigran atau keturunan Tionghwa tentu dapat melihat bayangan diri di dalam film tersebut, sembari berbagi kisah impian bahwa impian bermigrasi ke Amerika sebagian besar dikarenakan ingin menemani anak-anak tumbuh dewasa.