History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PM Su Tseng-chang : Berharap Rakyat Bersatu

  • 27 September, 2019
  • 曾秀情
PM Su Tseng-chang : Berharap Rakyat Bersatu
PM Su Tseng-chang : Berharap Rakyat Bersatu

(Taiwan, ROC) -- Perdana Menteri Su Tseng-chang hari Jumat (27/9) mengadakan rapat laporan pelaksanaan dan interpelasi di Yuan Legislatif, dalam rapat Su Tseng-chang menyampaikan, selama waktu ini pemerintah berjuang di bidang ekonomi, jaminan bagi kaum rentan, menjaga demokrasi, pelaksanaan pencegahan epidemic, perlindungan produksen, penyesuaian kebijakan secara moderat, merespon opimi rakyat secara efektif, memberikan keuntungan yang lebih banyak pada kelompok komunitas, bersamaan dengan itu juga berusaha mencapai pembangunan daerah yang merata bagi generasi berikutnya sehingga rakyat merasakan “kerja pemerintah”

Su Tseng-chang mengemukakan tahun ini pertumbuhan ekonomi kuartal ke 2 sebesar 2,4% melampaui Korea, Hongkong dan Singapura, masuk dalam 4 naga kecil benua Asia. Bersamaan dengan waktu itu, pada bulan Juli kemarin Taiwan genap satu tahun terbebas dari epidemi penyakit mulut dan kaki (PMK), dan dengan resmi mengajukan permohonan sebagai negara “Area Non-vaksinasi” epidemi ini pada World Organisation for Aminal Health, diharapkan pada bulan Mei mendatang sudah berhasil diloloskan dengan demikian produk daging babi Taiwan dapat dipasarkan di seluruh dunia.

Dalam laporan PM Su Tseng-chang mengungkit, selama 8 bulan ini, epidemi flu babi afrika dari Daratan Tiongkok dengan menyebar ke 9 negara yaitu Vietnam, Korea Utara, Korea Selatan, Hongkong, Laos, Myanmar dan Filipina, Su Tseng-chang sendiri saat pertama kali menjabat sebagai perdana menteri segera menginstruksikan untuk melakukan pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan tentengan dari wisatawan yang masuk ke Taiwan, mengerahkan 14 instansi turut, hingga sekarang ini upaya pencegahan Asfivirus tetap dilakukan dengan ketat. PM Su juga mengemukakan, seluruh rakyat Taiwan seharusnya lebih bersatu melihat tumpahan warna merah dari Daratan Tiongkok di peta.

Perdana Menteri Su Tseng-chang mengatakan, “Tidak makan daging babi itu sudah luar biasa, tidak ada daging bagi untuk dimakan itu sudah luar biasa, apabila warna merah dalam peta itu berubah menjadi politik, berubah menjadi tumpahan politik Daratan Tiongkok maka tidak saja tidak ada daging babi untuk dimakan, kebebasan demokrasi rakyat juga tidak ada, ini adalah situasi Taiwan sekarang ini, yang juga menjadi hal di mana kami berterima kasih atas dukungan dari seluruh rakyat, dari pencegahan epidemi flu babi Afrika, kita dapat melihat kalau sebenarnya seluruh rakyat Taiwan bersatu hati.”

Su Tseng-chang menyampaikan, guna meningkatkan pertahanan nasional, melalui pembuatan kapal nasional membangun peralatan dan persenjataan perang, mesin teknologi tinggi yang dibuat SINOMACH juga siap diluncurkan tahun depan, pembuatan kapal selam pengingtai akan resmi menjadi bagian dari militer pada tahun 2025. Selain itu kita juga memadukan dengan pembelian peralatan yang telah disetujui oleh Amerika Serikat, setelah Tank M1A2 nantinya juga akan membeli 66 armada seri terbaru F-16V.

Perdana Menteri juga mengatakan, permasalahan hubungan diplomatik yang dihadapi Taiwan adalah tekanan dari Daratan Tiongkok yang tiada habis-habisnya, semua ini harus bergantung pada kesatuan hati dari seluruh masyarakat, menapak selangkah demi selangkah, memperluas hubungan keluar. Presiden melakukan kunjungan kenegaraan ke 4 negara di Karibia yang memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan dan transit di Amerika Serikat pada bulan Juli lalu, pada saat itu banyak terobosan baru bagi hubungan luar negeri Taiwan, tidak saja terobosan bagi hubungan luar negeri tetapi juga kelanjutan dari diloloskannya “Taiwan Travel Act”, “Hukum Jaminan Taiwan”, “Hukum Otorisasi Pertahanan Nasional” dan baru-baru ini kongres meloloskan hukum Taipei, hal ini memperlihatkan hubungan Taiwan dan Amerika Serikat terus berkembang.

Komentar

Terbarumore