(Taiwan, ROC) – Kementrian Perekonomian pada hari Kamis tanggal 26 September dalam rapat di Yuan Eksekutif memaparkan laporan “Program pengadaan target PLTS 6,5GW 2020”. Dalam laporan disebutkan 3 butir langkah pencapaian program, yang terdiri dari pengusungan bersama antara pemerintah pusat dan daerah, kawasan perindustrian dan simbiosis terpadu antara listrik peternakan, pertanian dan perikanan.
Perdana Menteri Su Tseng-chang setelah menerima laporan, menyampaikan bahwa dari data statistik yang dimiliki oleh Taipower pada 2 September tahun ini, PLTS berkontribusi sebesar 2GW, menduduki 5,8% dari jumlah total suplai listrik, melampaui jumlah yang bisa dihasilkan dari PLTN 2 dan PLTN 3. Perdana Menteri Su Tseng-chang menyebutkan jika angka pencapaian tersebut sangat baik, dan kembali mencatat tonggak sejarah penting pengadaan listik dari tenaga surya.
Wakil Menteri Perekonomian Tseng Wen-Sheng dalam jumpa pers merincikan bahwa kondisi penyuplaian listrik pada 2 September sangat baik. Ia menjelaskan rekor baru dalam penggunaan listrik harian, jatuh pada tanggal 17 Juli, dengan total mencapai 37,68 MW, sementara kontribusi dari PLTS sebesar 4,8%, juga menjadi rekor tertinggi.
Tseng Wen-sheng mengatakan, “Jika saya memilih hari terparah, dapat dijelaskan bahwa penggunaan listrik di Taiwan catat rekor tertinggi pada 17 Juli, yakni sebanyak 37,38 MW, dan kontribusi dari PLTS hari itu sebesar 4,8%, juga adalah yang tertinggi di hari penggunaan listrik terbanyak. Kami rasa, dobrakan rekor bukan hal yang terpenting, karena tahun depan akan terus kembali capai rekor terbaru, dan ke depannya, di saat waktu penggunaan padat, maka jumlah pengadaan listrik yang berhasil dicapai oleh PLTS juga akan terus mengambali pendobrakan baru.”
Tseng Wen-sheng menjelaskan bahwa pihak Kementrian Perekonomian membagi sarana prasarana PLTS menjadi versi bangunan dan versi lahan. Setelah pelaksanaan di lapangan ditemukan bahwa masyarakat bisa menerima keberadaan sarana prasarana PLTS versi bangunan, termasuk di dalam lingkungan pabrik, yang diyakini mampu mencapai target dalam waktu singkat. Sementara di kawasan perindustrian, dalam pengusungan program PLTS, Tseng Wen-sheng menyebutkan adanya perkembangan metode yang baru, misalnya pembangunan bersama oleh beberapa pelaku usaha penyuplai listrik, membangun industri bisnis, pembangunan konstruksi dan penghindaran bangunan ilegal.