(Taiwan, ROC) - Sidang umum Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) resmi digelar di Montreal, Kanada, 24 September hingga 4 Oktober. Taiwan tahun ini kembali ditolak untuk mengikuti siang, namun tetap mengutus delegasi ke Montreal, berusaha mencari kesempatan mengadakan perundingan bilateral dengan negara peserta, mendapatkan lebih banyak dukungan bagi Taiwan untuk berpartisipasi dalam organisasi internasional tersebut.
Pemimpin delegasi Taiwan, yaitu Wakil Ketua Administrasi Penerbangan Sipil (CAA) He Shu-ping (何淑萍) mengatakan, perundingan bilateral sempat diadakan dengan empat negara sahabat di sela berlangsungnya sidang umum CAA, antara lain St. Lucia, St. Christopher and Nevis, Paraguay dan Haiti. Topik-topik yang dibicarakan, menurut He, mencakup keamanan penerbangan, asuransi penerbangan serta keamanan penggunaan peswat tanpa awak.
He mengemukakan, dukungan terbuka telah disampaikan oleh pihak Haiti, sementara dari pihak St. Christopher and Nevis dan Kanada, pejabat tinggi bersangkutan telah mengirim surat kepada ICAO, menyerukan partisipasi Taiwan demi tidak bocornya jaringan keamanan penerbangan global.
Menurut He, negara-negara yang mendukung Taiwan berpegang pada prinsip yang sama, yakni Taiwan berada di lokasi strategis dalam rute penerbangan Asia, maka tidak menerima Taiwan sebagai anggota ICAO akan menjadi sebuah lubang yang membangkitkan kekhawatiran dalam keamanan penerbangan global.