(Taiwan, ROC) - Taiwan melaporkan kasus impor demam tifoid jenis extensively drug-resistant (XDR) yang pertama, terdiagnosis pada seorang pasien yang baru saja pulang dari kunjungan ke Pakistan, demikian kata Pusat Pengendalian Penyakit (CDC), Selasa, 24 September.
Tifoid XDR adalah penyakit yang mengancam jiwa dan sangat infeksius, resisten terhadap lima kelas antibiotik. Menurut situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit ini dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yakni demam tifoid non-resistant, demam tifoid multi-drug resistant (MDR), dan demam tifoid XDR. Di antaranya, tifoid XDR adalah yang paling sulit diobati, dengan azitromisin satu-satunya antibiotik oral yang efektif.
Pakistan telah berjuang melawan wabah demam tifoid XDR sejak 2016 dan sejauh ini, ribuan orang telah meninggal karena penyakit itu.
Menurut CDC, pasien Taiwan berusia 30-an tahun itu telah mengunjungi Indonesia, Maroko, India dan Pakistan, dan kemungkinan besar tertular virus selama tinggal di Pakistan. Dia mulai menunjukkan gejala tifoid, seperti diare, demam dan ruam pada 4 Agustus ketika masih di luar negeri, tetapi hanya minum obat dan hanya berobat ke rumah sakit setelah pulang ke Taiwan pada 26 Agustus.
Karena kondisinya tidak membaik, dia kembali ke rumah sakit pada 31 Agustus untuk menjalani pemeriksaan, dan hasilnya menunjukkan bahwa dia telah tertular tifoid XDR, tutur CDC.
Pasien sekarang dalam kondisi stabil, tapi masih dirawat di ruang isolasi di rumah sakit untuk pengamatan lebih lanjut, lanjut CDC.
Demam tifoid ditularkan melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi dan gejalanya meliputi demam persisten, sakit kepala, diare dan batuk, kata dokter CDC Lin Yung-ching (林詠青), menambahkan bahwa periode inkubasi untuk tifoid biasanya 8-14 hari, tetapi dapat bervariasi antara tiga hari dan satu bulan.
Lin menyarankan masyarakat untuk tidak mengonsumsi makanan dan air yang tidak dimasak di daerah epidemi. Warga juga harus mencuci tangan dengan seksama sebelum makan dan mempertimbangkan untuk divaksinasi terhadap tifoid jika sering bepergian ke daerah-daerah tersebut.