(Taiwan, ROC) Presiden AS Donald Trump pada tanggal 23 September 2019 dalam acara Global Call to Protect Religious Freedom di New York, saat memberikan sambutan Beliau menyampaikan agar semua negara di dunia membela kebebasan beragama. Jika dilihat pada masa lalu, posisi Taiwan hanya bisa menghadiri di luar sidang, mengundang negara –negara yang sepaham untuk melakukan pembahasan, namun kali ini Perwakilan Republik Tiongkok di New York, Ambasador Lily L. W. H mendapat undangan untuk turut menghadiri pidato Presiden AS Donald Trump mengenai kebebasan beragama, hal ini menunjukkan kebebasan beragama Taiwan mendapat pengakuan.
Dalam sidang interpelasi Yuan Legislatif pada hari Selasa ini (24/9) mengenai laporan anggaran total , atas pertanyaan dari anggota kaukus KMT Lu Sun-ling(呂孫綾), PM Su Tseng-chang merespons, semenjak Taiwan menarik diri dari PBB, pertama kali secara resmi perwakilan diplomatik Taiwan masuk dalam sidang PBB, ini merupakan suatu terobosan besar dalam diplomasi Taiwan.
PM Su Tseng-chang mengatakan, “Perwakilan diplomatik Taiwan secara resmi, ini merupakan pertama kalinya secara resmi bergabung dalam sidang PBB, mendapat undangan dari pemerintah AS, suatu terobosan diplomatik yang sangat penting, hubungan Taiwan-AS semakin akrab, pertama kali perwakilan pemerintah Taiwan secara resmi bergabung dalam sidang PBB.”
Menlu Joseph Wu mengatakan, selain hubungan Taiwan-AS semakin menghangat, masyarakat pun dapat merasakan dan menyaksikan kehidupan Taiwan yang bebas demokrasi dan menghormati kehidupan agama.
Selama berlangsungnya Majelis umum PBB ke-74, Presiden AS Donald Trump menghadiri acara Global Call to Protect Religious Freedom di New York, dalam sambutannya Presiden AS Donald Trump menyampaikan, mendorong masyarakat dunia untuk mengambil langkah konkret membela kebebasan beragama. Perwakilan Republik Tiongkok di New York, Ambasador Lily L. W. H serta perwakilan dari berbagai negara lainnya turut menghadiri pertemuan ini. Sebelum kegiatan ini dimulai, pekan lalu Taiwan telah memutus hubungan diplomatik dengan Kepulauan Solomon dan Kiribati. Hingga saat ini ada 15 negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan. Di tengah kondisi hubungan diplomatik Taiwan, 2 negara sahabat Taiwan direbut oleh Daratan Tiongkok, pihak AS menyampaikan dukungannya untuk Taiwan.