(Taiwan, ROC) --- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA), Joanne Ou (歐江安) mengemukakan bahwa Taiwan terletak di tengah-tengah dari rute penerbangan sipil regional kawasan Asia Timur Laut dan Asia Tenggara. “Wilayah Informasi Penerbangan Taipei” yang berada di bawah naungan Biro Penerbangan Sipil (CAA) memiliki peran yang krusial. Setelah melalui proses konsultasi dengan seluruh perwakilan di luar negeri; kemampuan yang dimiliki Taiwan juga telah diakui oleh dunia internasional.
Untuk urusan diplomasi, saat ini telah ada beberapa negara di dunia telah mengirimkan surat kepada Presiden Dewan ICAO, yakni Olumuyiwa Benard Aliu. Negara-negara tersebut di antaranya Belize, Guatemala, Haiti, Honduras, Nauru, Kepulauan Marshall, Saint Lucia, Saint Kitts dan Nevis, Saint Vincent dan Grenadines, eSwatini dan Tuvalu. Selain itu, surah dukungan tersebut juga diberikan kepada Sekjen ICAO, Liu Fang (柳芳), yang meminta agar segera menyertakan Taiwan di dalamnya. Selama konferensi berlangsung, sahabat-sahabat Taiwan akan terus menyuarakan dukungannya atas Taiwan.
Joanne Ou mengatakan, “ICAO seharusnya tidak boleh dimanipulasi oleh salah satu negara. ICAO sudah sewajibnya tidak memihak. Mereka sudah seharusnya mempertimbangkan nilai keamanan dan kepentingan seluruh pelancong dunia. Kami akan terus mencari cara agar Taiwan dapat disertakan dalam ICAO. Dengan demikian, keamanan penerbangan dunia dapat tercipta dengan sempurna dan tanpa celah”.
Pada tanggal 22 September 2019 malam, delegasi Taiwan tiba di Montreal, Kanada. Mereka dijadwalkan akan menggelar pertemuan pers pada tanggal 23 September 2019 (waktu setempat). Pertemuan pers berskala internasional ini, akan meminta dunia global untuk mendukung keikutsertaan Taiwan dalam organisasi ICAO. Saat menerima wawancara, Wakil Ketua CAA, He Shu-ping (何淑萍), mengemukakan akan menggunakan peluang 1 minggu ke depan untuk menggelar negosiasi dengan pakar penerbangan negara sahabat dan organisasi non-internasional. Konferensi ICAO merupakan acara akbar yang akan dihadiri oleh seluruh otoritas penerbangan sipil. Ini merupakan peluang yang baik untuk menggelar pertukaran dengan seluruh pihak. He Shu-ping menambahkan bahwa dirinya akan memanfaatkan kesempatan untuk berbagi kepada komunitas dunia, akan pengalaman Taiwan dalam menerapkan manajemen penerbangan dan keamanan pertahanan.
He Shu-ping mengemukakan dari 300 di dunia, “Wilayah Informasi Penerbangan Taipei” merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan. Sudah seharusnya, ICAO tidak mengecualikan Taiwan dalam kebijakan yang dibuat mereka. Taiwan akan secara aktif memberikan sumbangsihnya bagi wilayah penerbangan dunia. Ia melanjutkan jika Taiwan mendapat pengecualian, maka hal tersebut dapat memberikan dampak negatif bagi kelangsungan informasi penerbangan dunia. Taiwan berharap dapat terus disertakan dalam berbagai promosi kebijakan navigasi udara internasional di masa mendatang. ICAO sudah sewajarnya menjadi lembaga dunia yang mengedepankan nilai profesional dan kebebasan.