(Taiwan, ROC) --- Pesawat militer terkini yang dilengkapi teknologi canggih produksi Taiwan diresmikan hari ini (24/9). Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menerima papan nama “Yongying” dari Komandan Angkatan Udara, Hsiung Hou-chi (熊厚基). Kepala Negara secara pribadi meletakkan papan nama tersebut. Presiden Tsai pun menaiki pesawat militer yang diwarnai dengan 3 warna utama (merah, putih dan biru), kemudian duduk di kokpit sembari mendengar panduan teknis.
Dalam pidatonya, Kepala Negara mengemukakan setelah dirinya terpilih sebagai Presiden Taiwan, ia menemukan adanya kecenderungan melemah dari implementasi otonomi pertahanan. Jika pengadaan pesawat militer Taiwan harus bergantung pada luar negeri, maka kapasitas penelitian dan pengembangan pakar setempat akan mengalami penurunan. Oleh sebab itu, Kepala Negara terus mendorong agar produksi mesin berteknologi tinggi harus dikembangkan di dalam negeri.
Beliau melanjutkan dalam merealisasikan pengembangan produk dalam negeri, Taiwan telah melangsungkan banyak pertukaran dengan dunia luar. Hal ini tentu dapat mendatangkan dampak positif bagi Taiwan; misal menciptakan peluang kerja dan meningkatkan kemampuan nasional. Proyek pesawat militer berteknologi tinggi ini diketahui berhasil menciptakan 1200 lapangan pekerjaan. Dari total dana NT$ 68,6 miliar, setengahnya diselesaikan di dalam negeri. Diperkirakan pada tahun 2021 mendatang, proyek ini mampu menambah 800 peluang kerja baru.
Kepala Negara mengemukakan produksi pesawat militer berteknologi tinggi kali ini menjadi bukti bahwa industri kedirgantaraan Taiwan telah mengalami 3 kemajuan pesat. Yang pertama adalah inovasi di sektor teknologi kedirgantaraan.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Produksi mesin berteknologi tinggi ini dibuat sepenuhnya oleh pakar nasional; meliputi analisa desain, pengujian struktural, perakitan, hingga aplikasi perangkat lunak dan teknik pendingin udara. Apalagi dalam kurun waktu 3 tahun, kami dapat menyelesaikan proyek ini. Ini jelas memperlihatkan kemajuan dalam sektor teknologi kedirgantaraan kami”.
Berikutnya, dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan industri kedirgantaraan Taiwan, Kepala Negara menambahkan National Chung-Shan Institute of Science and Technology (NCIST) bekerja sama dengan Aerospace Industrial Development Corporation (AIDC) akan meluncurkan program pengembangan berkesinambungan. Ke depannya, tidak hanya akan menerapkan inovasi kepada produsen swasta, namun juga akan membantu para pengusaha lokal untuk mendapatkan sertifikasi internasional. Dengan demikian, produk-produk lokal dapat memasuki pasar global dan serta merta meningkatkan sektor penerbangan dalam negeri.
Terakhir, pencapaian ini tentu dapat menumbuhkan talenta muda di sektor antariksa dalam negeri. Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan bahwa belum lama ini dirinya mengunjungi AIDC untuk memantau kemajuan pesawat F-16. Salah seorang pakar Amerika Serikat memberikan pujiannya atas teknik yang dimiliki oleh pekerja muda AIDC. Produksi militer nasional tidak hanya membuka peluang kerja bagi kaum muda, melainkan dapat mewujudkan cita-cita Taiwan untuk menciptakan mesin militer secara otonom. Ke depannya, masih banyak proyek mesin nasional yang menunggu untuk diselesaikan. Ini merupakan peluang yang mumpuni, terutama bagi perkembangan karier kaum muda dalam negeri.
Presiden Tsai Ing-wen melanjutkan, keberhasilan proyek ini menjadi pintu pembuka bagi kebebasan di sektor pertahanan negara. Meskipun keraguan dan kritikan terus diberikan atas Taiwan, namun Kepala Negara mengemukakan Taiwan tidak pernah pantang menyerah.