History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Twitter Tutup Puluhan Juta Akun Palsu Guna Berantas Berita Hoaks

  • 21 September, 2019
  • 譚雲福
Twitter Tutup Puluhan Juta Akun Palsu Guna Berantas Berita Hoaks
Twitter Tutup Puluhan Juta Akun Palsu Guna Berantas Berita Hoaks

        (Taiwan, ROC) – Perusahaan media sosial Twitter pada hari Jumat tanggal 20 September mengumumkan bahwa pihaknya telah menutup banyak akun palsu yang tersebar di berbagai negara di dunia, termasuk yang berada di kawasan Arab, Daratan Tiongkok dan Spanyol, khususnya ada puluhan juta akun palsu yang sengaja menyebarkan berita hoaks yang diluncurkan seakan-akan berita yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah yang resmi.

        Twitter menjelaskan bahwa pihaknya telah menutup akun pengguna yang ada di Daratan Tiongkok, akun yang secara sengaja menebar benih-benih perpecahbelahan di antara sesama pengguna, khususnya terhadap para aksi demo penolakan RUU Ekstradisi di Hong Kong. Selain itu masih ada akun pengguna asal Mesir dan Uni Emirat Arab, yang mana dalam masalah persengketaan yang tengah dihadapi oleh Qatar dan Yemen, yang disebut mendukung Saudi Arab.

        Sementara untuk Spanyol dan Ekuador yang juga banyak tersebar berita hoaks, juga turut dihentikan penggunaan akunnya oleh perusahaan Twitter.

        Adapun informasi yang diumumkan oleh Twitter, awalnya adalah untuk memperbanyak jumlah masyarakat dalam hal pemahaman kondisi situasi sebuah kejadian, namun sekaligus juga memberitahukan kepada khalayak umum tentang bagaimana cara penggunaan aplikasi media sosial oleh beberapa pihak pemerintah untuk menuntun atau membawa arah angin perdebatan publik.

        Twitter menjelaskan jika pihaknya telah menemukan sebanyak 4.032 titik akun penyebaran informasi dari Daratan Tiongkok, yang mencoba memicu keraguan masyarakat berkenaan dengan aksi demo penolakan RUU Ekstradisi yang terjadi di Hong Kong. Sebelumnya pada bulan Agustus lalu, Twitter berhasil menemukan 200 ribu akun yang berada di Daratan Tiongkok yang mencoba untuk mengadu domba antara sesama pengguna akun Twitter masyarakat Hong Kong.

Komentar

Terbarumore