History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Gedung Putih: Terputusnya Hubungan Diplomatik Taiwan dan Kiribati Tidak Berkontribusi untuk Kestabilan Kawasan

  • 21 September, 2019
  • 譚雲福
Gedung Putih: Terputusnya Hubungan Diplomatik Taiwan dan Kiribati Tidak Berkontribusi untuk Kestabilan Kawasan
Gedung Putih: Terputusnya Hubungan Diplomatik Taiwan dan Kiribati Tidak Berkontribusi untuk Kestabilan Kawasan

        (Taiwan, ROC) – Pejabat senior Gedung Putih Amerika Serikat, pada hari Jumat tanggal 20 September waktu setempat, menyampaikan bahwa berkenaan dengan berputar-haluannya sikap Kiribati dalam hal hubungan diplomatik, tidak akan memberikan perdamaian dan kestabilan kawasan perairan Samudra Pasifik. Banyak senator Amerika Serikat yang turut menyampaikan kecamannya terhadap sikap Daratan Tiongkok di dalam cuitan akun Twitternya masing-masing. Senator Tom Colton mengimbau untuk segera meloloskan Undang-Undang Perlindungan Taiwan.

        Pejabat senior National Security Council Gedung Putih pada hari Jumat tanggal 20 September, dalam keterangan tertulis untuk media menyampaikan bahwa keputusan Kiribati untuk melepaskan hubungan diplomatik dengan Taiwan dan mengakui cara diplomasi Daratan Tiongkok, tidak akan memberikan kontribusi perdamaian dan kestabilan kawasan di Samudra Pasifik, selain itu juga tidak akan mampu mempertahankan pembangunan yang tengah dijalankan di dalam negeri Kiribati sendiri, termasuk tidak memberikan sumbangsih apapun terhadap kedaulatan negara yang dimilikinya.

        Pejabat senior tersebut menjelaskan bahwa Taiwan adalah rekan sahabat Amerika yang sangat erat dan bernilai, pihak Amerika akan terus menyuarakan kepada setiap pemerintah negara yang ada untuk benar-benar mempertimbangkan keputusan yang akan diambil berkenaan dengan pengaruh jangka panjang yang kelak akan terus dirasakan, khususnya dalam hal kedaulatan dan juga kesejahteraan sebuah bangsa.

        Adapun pemutusan hubungan diplomatik antara Taiwan dan Kiribati, telah mengundang perhatian khusus dari pihak Amerika. Senator Tom Colton dalam cuitan Twitternya menyampaikan bahwa dalam menghadapi sikap agresif yang dimiliki oleh Daratan Tiongkok, pihak Amerika akan tetap melanjutkan dukungan yang diberikan kepada rekan sahabat Taiwan. Dirinya juga mengimbau kepada kongres untuk dapat segera meloloskan Undang-Undang Perlindungan Taiwan atau Taiwan Assurance Act. Adapun undang-undang tersebut disebutkan jika apapun tindakan Daratan Tiongkok dalam hal memengaruhi hubungan internasional yang dimiliki oleh Taiwan, maka akan dianggap sebagai isu penting keamanan Amerika.

        Kepala fraksi partai Republik sekaligus anggota dewan komisi hubungan luar negeri, Robert Menendez menyampaikan bahwa Daratan Tiongkok menggunakan langkah bagaikan predator untuk mengucilkan Taiwan dalam kehidupan sosial masyarakat dunia internasional, dan hal seperti demikian membuat banyak orang yang terkejut dan adalah langkah cara yang sangat tidak dapat diterima. Ia menambahkan bahwa Taiwan akan selamanya menjadi rekan sahabat penting dalam bagian kawasan kerjasama dengan Amerika, yang mana akan bersama-sama meneruskan asas demokrasi yang tengah berjalan saat ini.

        Senator Marc Rubio dalam cuitan di Twitternya menyebutkan bahwa dalam kurun waktu beberapa pekan, negara Kepulauan Solomon dan Kiribati, atas tekanan yang diberikan oleh Daratan Tiongkok, memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Taiwan. Hal ini harus benar-benar mendapatkan perhatian khusus, jika tidak maka pihak Beijing akan menggunakan ragam cara untuk mengucilkan Taiwan sebagai salah satu bagian dari dunia internasional.

        Selain itu, senator Michael McCaul dalam cuitan Twitternya menyebutkan bahwa dirinya sangat kecewa berkenaan dengan sikap pemerintah negara Kiribati yang menyerahkan rakyatnya ke tangan Daratan Tiongkok, dimana akan berkelanjutan dengan jeratan hutang luar negeri. Hubungan Taiwan dan Amerika tidak akan berubah karena hal tersebut, dan menolak sikap pelanggaran yang dilakukan oleh Daratan Tiongkok.

        Senator Ted Yoho dalam cuitan Twitternya menyebutkan bahwa tidak dalam waktu satu pekan, telah ada negara lain yang turut memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan dan beralih ke Daratan Tiongkok. Ia meminta kepada semua negara untuk tidak mengikuti dan melanjutkan cara seperti demikian, jangan karena bergantung kepada harapan akan adanya ketersediaan dana bantuan dari Daratan Tiongkok, yang mana kelak ke depannya akan menyebabkan perekonomian dan perpolitikan negara mendapat pengontrolan dari pihak Daratan Tiongkok.

Komentar

Terbarumore