(Taiwan, ROC) – Minuman khas Taiwan, Teh Susu mutiara atau bubble tea, kini tengah menjadi tren di Jepang, yang turut mendongkrak jumlah permintaan produk bahan susu mutiara dari Taiwan ke Jepang. Merujuk kepada salah satu media berbahasa Mandarin setempat, angka statistik perdagangan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap permintaan susu mutiara ke Jepang. Sejak bulan Januari hingga bulan Juli tahun ini, jumlah impor jika dibandingkan dengan periode waktu yang sama di tahun sebelumnya, naik 4,5 kali lipat, menjadi 6.270 ton, dan 80% di antaranya berasal dari Taiwan.
Merujuk kepada data statistik perdagangan Jepang sendiri untuk tahun ini, per Januari hingga Juli, mencatat rekor sejarah terbanyak untuk permintaan susu mutiara dan produk pengganti sejenis susu mutiara, yakni 6.270 ton, naik 5.8 kali lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dengan nilai jual sebesar 2,1 milyar yen, dan Taiwan sendiri mengekspor sebanyak 5.434 ton ke Jepang.
Uniknya, pada tahun 2014, jumlah permintaan susu mutiara di Jepang tidak mencapai 2.000 ton, dan mayoritas diimport dari negara Thailand. Kondisi demikian terus berlanjut hingga tahun 2017, jumlah permintaan susu mutiara asal Taiwan baru mulai mengalami peningkatan yang besar, dan pada tahun 2018 berhasil mengungguli Thailand, yang mana pada tahun 2018 jumlah permintaan susu mutiara dari Taiwan ke Jepang telah mencapai sebanyak 2.928 ton.
Jurnalis senior yang kini menetap di Jepang, Liu Li-er, sebelumnya sempat menulis sebuah artikel yang berikan tentang analisa tren minum teh susu mutiara di Jepang. Ia juga sangat terkesima dengan minat luar biasa dari para generasi muda di Jepang untuk mengonsumsi teh susu mutiara, bahkan Waseda University di Jepang juga memiliki sebuah penelitian berkenaan dengan teh susu mutiara.
Liu Li-er menyebutkan di awal era tahun 1990 an, di Jepang hanya ada kedai minuman kocok Quickly dan EasyWay, yang berasal dari negara lain. Kondisi saat itu, setiap kota besar baru hanya bisa menemukan satu kedai saja. Tren ke dua kalinya baru mulai di tahun 2000 an, Azuminofood, anak perusahaan dari Marudai Food Corporation, mulai menjual produk minuman teh susu mutiara di toko kelontong waralaba.
Tren ke tiga kalinya adalah pada tahun 2013 saat perusahaan Chun Shui Tang membuka gerai perdananya di Jepang, yang kemudian diikuti dengan banyak perusahaan minuman sejenis asal Taiwan yang membuka cabang di Jepang. Gerai minuman kocok tumbuh pesat pada tahun 2017, khususnya untuk toko dengan merek ternama, akan ada antrian panjang konsumen di setiap akhir pekan.
Kini perusahaan Chun Shui Tang memiliki 14 toko cabang di Jepang, yang tersebar di Tokyo, Osaka, Fukuoka dan lainnya. Selain itu pada bulan Oktober mendatang diagendakan pembukaan toko cabang baru di Hiroshima, sehingga akan menjadi toko ke 15 yang dimiliki oleh Chun Shui Tang di Jepang.