(Taiwan, ROC) - 13 negara sahabat Taiwan telah mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) António Guterres, menegaskan dukungan kuat bagi Taiwan untuk mengikuti kegiatan PBB, termasuk sidang umumnya yang untuk tahun ini baru saja resmi dibuka Senin, 16 September.
Melalui keterangan yang dirilis Rabu, Kementrian Luar Negeri (MOFA) selain mengucapkan terima kasih atas dukungan negara sahabat, juga menegaskan kembali bahwa 23 juta warga Taiwan berhak bergabung dengan PBB, agar bisa selangkah dalam berbagai kerja sama global untuk mengusahakan kesejahteraan lebih besar bagi umat manusia melalui diwujudkannya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang ditentukan PBB.
Menurut MOFA, 11 negara sahabat yang telah secara bersamaan mengirim surat kepada Sekjen PBB mencakup Belize, Eswatini, Haiti, Kiribati, Kepulauan Marshall, Nauru, Palau, St. Lucia, St. Vincent and the Grenadines, St. Christopher and Nevis dan Tuvalu; sementara dua negara sahabat lain, yakni Honduras dan Paraguay, telah mengirim surat dukungan secara terpisah.
Mengenai isinya, jelas MOFA, pada hakikatnya adalah menerangkan tiga tuntuan utama dari upaya Taiwan bergabung dengan PBB untuk tahun ini, menyerukan PBB mengoreksi sikap tidak rasional dalam menyisihkan Taiwan, dan secepatnya menerima partisipasi Taiwan dengan cara paling sesuai.
Taiwan berprestasi menonjol dalam banyak bidang dan sangat bersedia berbagi pengalaman dengan dunia melalui gelanggang internasional. MOFA menegaskan, semangat toleransi yang dipromosikan Sekjen PBB seharusnya tidak mengecualikan masyarakat demokratis di Taiwan.