(Taiwan, ROC) -- Kementerian Luar Negeri tanggal 16 September malam mengumumkan putus hubungan diplomatik dengan Kepulauan Solomon, diiringi dengan digelarnya konferensi pers Presiden Tsai Ing-wen yang memberikan penjelasan situasi hubungan diplomatic Taiwan dengan Kepulauan Solomon.
Pertama-tama Presiden menyesali dan mengencam keputusan dari pemerintah Solomon untuk membangun hubungan dengan Daratan Tiongkok. Presiden Tsai mengemukakan, beberapa tahun ini Daratan Tiongkok terus menggunakan uang dan politik untuk menekan dan menindas ruang lingkup Taiwan di dunia internasional, ini tidak saja mengancam Taiwan melainkan juga merupakan tantangan dan penghancuran tatanan internasional yang terang-terangan.
Presiden menegaskan, Taiwan tidak akan melakukan permohonan juga tidak akan melakukan persaingan diplomasi uang, terlebih lagi bantuan yang diberikan Taiwan pada rakyat Solomon tidak dapat diukur dengan uang. Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Menghadapi campur tangan tekanan Daratan Tiongkok sudah pasti kai tidak menerima ancaman dan tidak akan memohon. Saya ingin menegaskan, Taiwan tidak akan bersaing diplomasi uang dengan Daratan Tiongkok, untuk memenuhi permintaan yang tidak masuk akal, ini bukan cara kerja hubungan luar negeri yang kami lakukan. Apalagi janji bantuan keuangan yang diberikan Daratan Tiongkok sering kali hanyalah kosong belaka.”
Presiden Tsai Ing-wen berterima kasih pada mereka yang bertarung hingga detik terakhir demi mempertahankan hubungan diplomatik bilateral ini, juga berterima kasih pada rakyat dan teman Kepulauan Solomon atas dukungannya selama ini, serta sekutu internasional yang memediasi masalah-masalah ini. Kepala negara menyampaikan, perubahan hubungan diplomatik tentu adalah sebuah tantangan, tetapi Taiwan tidaklah sendirian, masih banyak teman baik di dunia yang mendampingi Taiwan untuk bertarung.
Presiden Tsai menegaskan, beberapa tahun ini dunia mengetahui bahwa Daratan Tiongkok terus menerus dengan berbagai cara dan tekanan berusaha agar negara sahabat diplomatik Taiwan memutuskan hubungan diplomatik, hal ini menghantam hati rakyat Taiwan, memaksa agar Taiwan menerima “1 negara 2 sistem”, Pemimpin Negara yakin jawaban dari 23 juta rakyat Taiwan adalah “tidak mungkin”, tidak dapat menerima “1 negara 2 sistem” yang adalah consensus terbesar bagi Taiwan, menarik negara sahabat diplomati Tiawan memang dapat menimbulkan paradoks sewaktu, tetapi sama sekali tidak menguntungan bagi perkembangan hubungan antar selat Taiwan
Presiden juga menegaskan, insiatif Daratan Tiongkok membeli peralatan militer atau “ekstradisi” tidak akan mempengaruhi keyakinan dan kesatuan rakyat Taiwan, dan Taiwan tidak akan menyerah dalam meningkatkan pertahanan keamanan, terlebih lagi tidak akan menyerah dengan demokrasinya serta akan memberikan suara dan bantuan bagi Hongkong.
Presiden juga menyerukan pada seluruh rakyatnya, menyampaikan di masa mendatang tekanan dari Daratan Tiongkok akan semakin besar, tidak mungkin mengecil, tetapi rakyat Taiwan tidak boleh mundur, pengaruh Daratan Tiongkok terhadap politik dan pemilu Taiwan juga tidak boleh terjadi. Menghadapi intimidasi dari DaratanTiongkok, Taiwan harus berani dan bersatu. Presiden Tsai menegaskan, Taiwan sudah tidak ada jalan mundur lagi, tidak boleh menyusut, harus terus menghadap dan berjalan ke luar di jalannya sendiri.