(Taiwan, ROC) – Saat menerima wawancara dari media Austria belum lama ini, Menteri Luar Negeri Joseph Wu menyampaikan bahwa aksi demo yang terjadi di Hong Kong terus menerus memberikan pengaruh terhadap jalannya pemilu presiden dan wakil presiden mendatang di Taiwan, dan jalan yang terbaik dalam menyelesaikan masalah di Hong Kong adalah memberikan demokrasi yang sebenarnya kepada warga Hong Kong. Namun ia menyebutkan jika pihak Daratan Tiongkok sangat membenci paham demokrasi, dan kali ini demokrasi yang dijalankan selama ini di Taiwan juga kembali menghadapi tantangan cobaan yang cukup besar.
Josep Wu menerima wawancara khusus dari media Die Presse di Austria, dan untuk pertama kalinya memberikan pandangan berkenaan dengan kasus aksi demo di Hong Kong. Ia menyebutkan jika prinsip “Satu negara dua sistem” adalah langkah yang akan diambil oleh Daratan Tiongkok dalam menghadapi hubungannya dengan Taiwan. Namun melihat situasi perkembangan yang ada saat ini justru telah berubah semuanya, dan akan memberikan pengaruh besar dalam pemilu presiden yang akan digelar di Taiwan awal tahun depan. Adapun wawancara khusus tersebut ditayangkan pada hari Jumat tanggal 13 September kemarin.
Joseph Wu menjelaskan sehubungan dengan aksi demo penolakkan RUU Ekstradisi di Hong Kong yang terus berkelanjutan, telah membuat pimpinan Daratan Tiongkok Xi Jin-ping mengalami kesulitan dalam mengambil sikap, karena jika menggunakan jalur kekuatan militer, maka akan menciptakan bencana yang baru, namun jika membiarkan aksi demo terus berkelanjutan, juga bukan merupakan hal yang dapat membuat sikap Beijing untuk terus bersabar. Oleh sebab itu, langkah terbaik dalam mengatasi kondisi di Hong Kong adalah memberikan kembali demokrasi yang sesungguhanya bagi warga Hong Kong.
Sehubungan dengan apakah Taiwan akan reunifikasi dengan Daratan Tiongkok, Joseph Wu berpendapat bahwa merujuk kepada data statisti hasil dari jajak pendapat dari masyarakat yang ada, 99% masyarakat Taiwan bersiteguh menolak untuk reunifikasi dengan Daratan Tiongkok. Namun tentu saja pihak Daratan Tiongkok bisa menggunakan jalur kekuatan militer dalam menduduki Taiwan, dan Joseph Wu menyebutkan bahwa Taiwan tidak akan meminta bantuan perlindungan dari pihak Amerika. Akan tetapi jika Amerika berniat untuk memberikan bantuan kepada Taiwan, maka Taiwan juga akan sangat bersyukur dan menjaga itikad baik mereka.
Joseph We menegaskan bahwa tujuan akhir yang ditargetkan oleh Taiwan adalah kemampuan dalam mempertahankan keamanan nasional sendiri, oleh sebab itu barulah mengalokasikan dana anggaran yang sangat besar dalam pengadaan alutsista termodern yang dibeli dari pihak Amerika Serikat. Sekalipun ada pihak dari Eropa yang memiliki pandangan yang berbeda terhadap sikap tindakan yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, tetapi masyarakat Taiwan sangat senang dan bersyukur atas dukungan yag diberikan oleh pemerintah Donald Trump.
Berkenaan dengan situasi kondisi media lokal di Taiwan yang beberapa tahun terakhir ini mengalami serangan berita hoaks, yang mana banyak yang berasal dari Daratan Tiongkok, Joseph Wu menjelaskan bahwa berita hoaks yang disebarkan tersebut memberikan dampak negatif yang merusak pemerintah Taiwan, misalnya berita tentang adanya maksud dari pemerintah Taiwan untuk menyewakan salah satu pulau yang ada di kawasan laut selatan kepada pihak Amerika Serikat. Pemerintah Taiwan sendiri sangat peduli dengan permasalahan yang diberikan dari berita hoaks tersebut, dan akan berupaya semaksimalnya untuk segera menghentikannya.
Saat ditanya alasan mengapa Daratan Tiongkok ingin melakukan penyerangan melalui berita hoaks terhadap Taiwan, Joseph Wu menjawab bahwa Daratan Tiongkok sangat membenci demokrasi, dan berupaya dengan berbagai cara untuk menghancurkan paham demokrasi, sehingga prinsip dan sistem asas demokrasi yang diterapkan di Taiwan kembali harus menghadapi tekanan dan ujian yang kuat dari pihak Daratan Tiongkok.