History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dewan Juru Penilai Biaya Listrik Nyatakan Tidak Ada Ruang untuk Menaikkan Harga Listrik

  • 14 September, 2019
  • 譚雲福
Dewan Juru Penilai Biaya Listrik Nyatakan Tidak Ada Ruang untuk Menaikkan Harga Listrik
Dewan Juru Penilai Biaya Listrik Nyatakan Tidak Ada Ruang untuk Menaikkan Harga Listrik

        (Taiwan, ROC) – Rapat dewan juru penilai ketentuan tarif biaya listrik akan digelar pada tanggal 18 September mendatang, banyak pihak yang berpendapat bahwa biaya listrik berkemungkinan alami 3 perubahan. Anggota dewa juru penilai menjelaskan bahwa kondisi situasi harga bahan bakar pada paruh awal tahun ini berada dalam titik stabil, dan sembari mempertimbangkan situasi perekonomian yang ada, maka disebutkan tidak ada ruang untuk menaikkan harga listrik, meski demikian hasil eksekusi akhir akan ditentukan dalam rapat usai pengumpulan data informasi terkait selesai.

        Kementrian Perekonomian, merujuk kepada “Sistem kalkulasi tarif biaya listrik umum”, maka akan menyelenggarakan 2 kali pembahasan introspeksi setiap tahunnya, dan tahun ini diagendakan diselenggarakan pada bulan April dan Oktober, dan ditetapkan batas maksimal perubahan harga listrik adalah sebesar 3%. Saat ini, harga listrik rata-rata setiap wattnya adalah sebesar NT$ 2,6253. Kementrian Perekonomian pada tanggal 18 September mendatang akan menggelar rapat pembahasan tarif biaya listrik, yang akan diikuti oleh instansi pemerintah, pelaku usaha dan organisasi konsumen, serta para pakar ahli, dimana akan menentukan harga listrik yang sewajarnya diberlakukan kelak per Oktober mendatang.

        Sebelumnya Kementrian Perekonomian menyebutkan bahwa apakah harga listrik akan mengalami fluktuasi atau 3 perubahan berturut, maka akan turut mempertimbangkan faktor harga bahan bakar di dunia, modal perusahaan listrik nasional atau Taipower, dan keuntungan yang selayaknya didapatkan oleh Taipower.

        Dewan juru penilai biaya listrik, CEO Yayasan Konsumen Chinese Taipei Lei Li-fen menjelaskan faktor yang dapat mempengaruhi naik tidaknya harga listrik, jika merujuk kepada kondisi yang ada saat ini, yang mana kecenderungan harga gas alam mengalami penurunan, harga minyak berada pada batasan yang wajar, maka fluktuasi juga tidak besar. Selain itu, pemasukan Taipower pada musim panas juga seimbang, dan beban tekanan terbilang kecil pada paruh awal tahun ini.

        Lei Li-fen menyebutkan dengan arus berpulangnya para pelaku usaha Taiwan dan adanya perubahan terhadap pasar sasaran, maka juga akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan perekonomian Taiwan sendiri. Namun dampak pengaruh dari arus berpulangnya investor Taiwan, tidak dapat dirasakan dalam waktu singkat, ditambah lagi dengan pengaruh perekonomian dunia terhadap perekonomian Taiwan sendiri. Jika memadukannya dengan harga modal bahan bakar dan kondisi perekonomian saat ini, maka harga listrik juga tidak memiliki ruang kenaikan.

        Ia menegaskan keputusan akan diambil dalam rapat yang akan segera digelar.

        Salah satu perwakilan dari asosiasi pelaku usaha Lai Zheng-yi menyebutkan bahwa sehubungan dengan ketidakpastian kondisi perang dagang antara Daratan Tiongkok dan Amerika, perubahan besar dalam dunia internasional, pengaruh dari sistim satu hari libur satu hari istrirahat, kenaikan upah gaji minimum pekerja, ke semuanya memberikan beban tekanan besar kepada perusahaan. Untuk itu, pemerintah juga harus memasukkan beberapa poin yang disebutkan tersebut sebagai bagian pertimbangan, dan tidak secara asal memberlakukan perubahan harga listrik. Selain itu, pemilu presiden dan wakil presiden yang sebentar lagi akan diberlangsungkan, maka diprediksi harga listrik tidak akan alami peningkatan per Oktober mendatang.

        Namun Dosen dari National Central University, Liang Chi-yuan memiliki pandangan yang berbeda, ia berpendapat bahwa naik tidaknya harga listrik seharusnya dikembalikan dengan penggunaan metode kalkulasi yang diberlakukan, dengan turut merespon harga modal dari Taipower, yang mana kerugian yang dipikul oleh Taipower saat ini telah mencatat angka lebih dari NT$ 120 milyar. Jika kerugian Taipower terus membengkak, dana cadangan penstabilan harga listrik terus dipergunakan hingga aus, maka yang akan memikul beban pada akhirnya adalah pemerintah, yang mana hal ini juga bukan yang terbaik bagi masyarakat.

        Karena harga bahan bakar dunia internasional berada lebih tinggi dari yang diprediksikan, ditambah lagi dengan pemberlakuan program pengurangan polusi dan pengurangan produksi karbondioksida, merubah bahan bakar menjadi gas alam, maka dalam laporan keuangan Taipower, pada bulan Juli tahun ini, pihaknya telah mengalami kerugian sebesar NT$ 28,2 milyar, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatat angka NT$ 21,1 milyar, maka kerugian Taipower bertambah sebesar NT$ 7,1 milyar.

        Karena keuntungan Taipower pada tahun lalu tidak mencapai angka sewajarnya yang diharapkan, maka dewan juru penilai harga listrik pada bulan Maret lalu memutuskan untuk menggunakan dana cadangan penstabilan harga listrik sebesar NT$ 36,397 milyar bagi Taipower, dan kini dana yang tersisa yang dapat dipakai hanya berjumlah NT$ 41,693 milyar.

Komentar

Terbarumore