History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kekeliruan Bias Laporan Tim Lintas Partai Solomon Kemenlu Himbau Tidak Terjebak

  • 13 September, 2019
  • 曾秀情
Kekeliruan Bias Laporan Tim Lintas Partai Solomon  Kemenlu Himbau Tidak Terjebak
Kekeliruan Bias Laporan Tim Lintas Partai Solomon Kemenlu Himbau Tidak Terjebak

(Taiwan, ROC) -- Negara Kepulauan Solomon yang merupakan negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, hari ini (13/9) dalam rapat interen kabinet terkait apakah akan meneruskan atau memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan, diperkirakan sebelum tanggal 21 September sudah ada kepastian. Terkait dengan hal ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Joanne Ou hari Jumat (13/9) merespon, Taiwan menjunjung tinggi hubungan diplomatik dengan Kepulauan Solomon, dan akan berupaya keras agar bisa mencapai apa yang pihak kita inginkan. Kementerian Luar Negeri juga mengemukakan, dalam laporan tim lintas partai Solomon ada kesalahan dan bias, diingatkan agar masyarakat Solomon tidak terjebak.  

Perdana Menteri Solomon, Manasseh Sogavare hari ini mengelar rapat dengan anggota partai Democratic Coalition Government for Advancement (DCGA) untuk mendengarkan laporan penilaian tim lintas partai terkait apakah hubungan diplomatik dengan Taiwan akan dialihkan ke Daratan Tiongkok.

Joanne Ou menyampaikan, rapat yang digelar pemerintah Solomon adalah rapat fraksi bukan rapat kabinet. Rapat fraksi telah mendengar secara verbal laporan dari tim lintas partai dan keputusan baru diambil setelah laporan-laporan lainnya keluar. Berdasarkan prosedur, masih ada laporan dari kementerian luar negeri Solomon, kantor perdana menteri dan komite urusan luar negeri yang masing-masing juga akan memberikan laporan penilaian mereka.

Berdasarkan data yang didapatkan kemenlu, konten laporan “tim lintas partai” terdapat kekeliruan dan bias, kerancuan yang cukup besar, yang lebih parahnya menyebutkan telah melakukan inspeksi dan mendiskusikannya dengan Taiwan. Kemenlu menjelaskan, “tim lintas partai” tidak pernah berkunjung ke Taiwan, walau beberapa anggotanya sempat bergabung dalam rombongan delegasi Parlemen Kepulauan Solomon Asia-Pasifik datang ke Taiwan, tetapi bukan dalam posisi inspeksi tim lintas partai, kemenlu juga belum melakukan tukar pendapat sama sekali dengan mereka.

Joanne Ou menyampaikan, dalam laporan tim lintas partai bahwa anggota kemenlu memberitahukan kalau tidak ada program bantuan khusus bagi Solomon, yang semua ini adalah bohong belaka. Pada kenyataannya ada kesalahan, kesimpulan dan saran dari laporan “tim lintas partai” juga tidak dapat dipercaya, diyakini juga tidak bisa mendapat kepercayaan dari masyarakat dan pejabat pemerintahan Solomon. Kemenlu juga menjelaskan kekeliruan dari laporan ini pada semua pihak, mengingatkan untuk tidak terjerumus dalam jebakan ini.

Kemenlu membeberkan, Taiwan menjunjung tinggi persahabatan diplomatik dengan kepulauan Solomon, akan berupaya sekuat tenaga untuk menyampaikan keinginan pihak Taiwan, untuk itu wakil Menteri Luar Negeri,  Hsu Szu-chien akan tetap melakukan kunjungan ke Kepulauan Solomon sesuai jadwal untuk melakukan pertemuan dengan orang-orang penting, berupaya sekuat tenaga untuk memperkokoh hubungan persahabatan diplomatik.

Kemenlu mengimbau pemerintah Solomon agar setelah mendengarkan laporan terkait dari tim lintas partai, kementerian luar negeri, kongres dan kantor perdana menteri, serta mendengarkan pendapat dari seluruh lapisan masyarakat dan membuat keputusan berdasarkan prosedur yang demokratis, legal, terbuka dan transparan.

Komentar

Terbarumore