(Taiwan, ROC) - Kasus enterovirus di Taiwan terus meningkat minggu lalu, di mana jumlah totalnya bertambah menjadi hampir 20.000 kasus dari tanggal 1 hingga 7 September, demikian berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC).
Statistik yang dirilis pada hari Selasa, 10 September sore itu menunjukkan, sebanyak 19.254 pasien mendapatkan rawat jalan atau perawatan darurat di rumah sakit untuk infeksi enterovirus di seluruh Taiwan, bertambah 4% dari angka yang tercatat minggu sebelumnya, dan merupakan yang tertinggi selama periode yang sama dalam hampir lima tahun.
Dokter epidemi CDC Lin Yung-ching (林詠青) mengatakan ada dua kasus akut yang tercatat pekan lalu di Taiwan tengah, satu di antaranya melibatkan seorang gadis berusia 8 bulan dan yang lainnya seorang bocah lelaki berusia 4 tahun. Kedua anak tersebut dilaporkan dalam kondisi stabil usai perawatan.
Beberapa anggota keluarga dan teman sekelas yang pernah melakukan kontak dengan kedua pasien tadi juga telah dikonfirmasi sebagai kasus enterovirus, membuat CDC menilai bahwa infeksi tersebut mungkin telah menyebar melalui kontak, jelas Lin.
Sebanyak 303 kasus enterovirus-71 (EV-71), jenis enterovirus yang paling ganas, telah dilaporkan sejauh ini di tahun 2019, tertinggi pada periode yang sama dari 2016-2018. Sementara sejumlah 36 kasus dengan komplikasi akut telah tercatat secara nasional, termasuk 27 kasus EV-71.
Menurut CDC, EV-71 adalah penyakit neurologis yang menyerang sistem saraf. Bayi di bawah usia 5 tahun berisiko paling tinggi terkena komplikasi akut dari jenis infeksi ini. Dalam kasus ekstrim, EV-71 dapat menyebabkan kelumpuhan permanen seperti polio.
Karena Taiwan masih dalam musim puncak untuk infeksi enterovirus, Wakil Direktur Jenderal CDC Philip Lo (羅一鈞) mendesak masyarakat untuk lebih memerhatikan pencegahan terhadap penyebaran penyakit, terutama di kalangan anak-anak.
Anak-anak yang terinfeksi enterovirus harus dijauhkan dari sekolah untuk mencegah penyebaran penyakit, karena enterovirus bersifat sangat menular, tegas Lo.