(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 9 September 2019, Presiden Tsai Ing-wen bertemu dengan Menteri Luar Negeri Kepulauan Solomon, Jeremiah Manele, di Istana Kepresidenan. Dalam pidatonya, Kepala Negara mengemukakan Jeremiah merupakan sosok yang memiliki peran penting bagi kedua negara. Sebelumnya, Jeremiah diketahui pernah menempuh studinya di Taiwan. Kemudian ia pun kembali ke negara asalnya untuk membuka klinik pengobatan (Paul Bosawai Popora), serta mendirikan pusat kesehatan Taiwan di Kepulauan Solomon. Ia berulang kali menekankan bahwa Taiwan merupakan mitra global yang memiliki peran dan dedikasi bagi dunia internasional. Presiden Tsai Ing-wen berharap kedua negara dapat lebih menggalang kerja sama di masa mendatang.
MediaReutersbaru-baru ini mewartakan bahwa otoritas Kepulauan Solomon telah membentuk tim khusus tingkat Menteri untuk melangsungkan pembicaraan dengan Beijing. Dalam waktu dekat, hubungan diplomatik yang telah digalang Taiwan dengan Kep. Solomon akan mengalami perubahan. Di bawah rumor yang terus berkembang, Menlu Jeremiah bertandang ke Taiwan pada hari ini. Kedatangan Beliau disinyalir sebagai pertanda stabilnya hubungan bilateral Taiwan dengan Kepulauan Solomon.
Dalam pidatonya, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan hubungan kedua negara telah terjalin selama 36 tahun. Kepulauan Solomon merupakan kerabat penting, yang mana terus memberikan dukungannya terhadap Taiwan. Kepala Negara melanjutkan persahabatan yang ada, sudah selayaknya disertai dengan dorongan-dorongan yang disumbangsihkan. Pada bulan Agustus 2019, politisi Patteson Oti memimpin tim delegasi ke Taiwan, guna menghadiri “Kongres Tahunan Asia Pasifik”. Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu juga hadir dalam “Forum Negara-Negara Kepulauan Asia Pasifik”, yang disaksikan langsung Perdana Menteri Kepulauan Solomon, yakni Manasseh Sogavare. Dalam kesempatan yang sama, Joseph Wu juga menandatangani perjanjian bebas visa bersama dengan Manasseh.
Kepala Negera melanjutkan Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) juga telah membuat video eksklusif, guna memperoleh ‘tiket’ untuk dapat berpartisipasi dalam Majelis Kesehatan Dunia (WHA). Dalam video tersebut, Presiden Tsai Ing-wen juga secara khusus memperkenalkan sosok Jeremiah Manele, yang memiliki peran penting bagi hubungan bilateral Taiwan dengan Kepulauan Solomon.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Dokter Popora mengatakan bahwa semuanya dimulai dari Taiwan. Secara pribadi, ia merasakan pelayanan dari sistim jaminan kesehatan Taiwan. Ia pun bertekad untuk membangun klinik di negara asalnya. 2 tahun lalu, saya pernah berkunjung ke sana dan mengunjungi “Pusat Kesehatan Taiwan”. Dokter setempat juga mengutarakan, Taiwan merupakan mitra yang memiliki dedikasi dan bertanggung jawab bagi komunitas internasional. Ini bukan hanya bentuk pengakuan yang solid, tetapi juga merupakan praktik yang diterapkan sehari-hari”.
Kepala Negara mengemukakan Taiwan dengan Kepulauan Solomon memiliki konsensus yang sepaham; misal nilai demokrasi, kebebasan, Hak Asasi Manusia (HAM) dan memerangi perubahan iklim. Keduanya merupakan mitra yang saling mendukung. Selama 3 tahun terakhir, ragam kerja sama terus digalang; di antaranya sektor pertanian, perawatan kesehatan, pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Presiden Tsai juga berharap keduanya dapat terus menggalang ragam kerja sama di masa mendatang.
Selain itu, Presiden Tsai Ing-wen juga menerima kedatangan dari Duta Besar Nauru untuk Taiwan, yakni Jarden Kephas di Istana Kepresidenan. Dalam pidatonya, Kepala Negara menyampaikan bahwa Nauru baru saja menyelesaikan pemilu pada tahun lalu. Di tengah pemerintahan yang baru, Presiden Tsai berharap Kephas dapat terus menggalang kerja sama antar kedua negara.
Kepala Negara melanjutkan Nauru merupakan sahabat karib Taiwan. Beliau juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Nauru atas Taiwan, terutama menyangkut partisipasi di dunia internasional. Ia percaya kedua negara dapat memberikan sumbangsih yang lebih bagi komunitas global. Beliau juga menekankan Taiwan akan terus menjunjung tinggi semangat diplomatik praktis yang saling mendukung dan saling menguntungkan. Kedua negara diharapkan dapat terus saling berbagi dan menciptakan pembangunan bersama, serta membuka sektor kerja sama yang baru. Yang mana dapat memperkuat hubungan pertukaran antar keduanya.