(Taiwan, ROC) – Epidemi flu babi afrika yang tahun kemarin menyerang Daratan Tiongkok, dalam waktu setahun ini telah menyebar ke Asia Tenggara. Hingga 30 Agustus kemarin, asfivirus (virus flu babi afrika) telah merebak di 7 negara benua Asia, berdasarkan informasi situasi wabah yang dilaporkan negara-negara ini kepada OIE (World Organization for Animal Health), untuk Daratan Tiongkok ada 159 kasus, Vietnam ada 6.083 kasus, Kamboja 10 kasus lebih, Laos 94 kasus, Korea Utara 1 kasus dan Myanmar 3 kasus, sedangkan Filipina meskipun belum memberikan laporan situasi asfivirus tetapi berdasarkan informasi dari pengusaha Taiwan di Filipina yang kembali dan memberitahukan Dewan Pertanian, pada 18 Agustus kemarin tersiar kabar adanya kasus flu babi Afrika di Filipina, untuk itu pada tanggal 19 Agustus, Dewan Pertanian juga melakukan pemeriksaan pada wisatawan Filipina yang berkunjung ke Taiwan untuk memastikan kalau barang bawaannya tidak ada produk daging.
Saat ini, pemeriksaan tas tangan yang akan diperiksa adalah mereka yang datang dari negara yang terjangkit wabah flu babi Afrika dan juga negara tetangga di sekitarnya, dari daftar Dewan Pertanian ada 12 negara. berdasarkan data statistik Dewan Pertanian, pemeriksaan 100% dilakukan pada tas tangan dari wisatawan yang masuk ke Taiwan yang mana 60% masuk dari bandara, sehubungan dengan semakin parahnya wabah ini di Asia Tenggara, untuk itu apakah Dewan Pertanian juga akan melakukan pemeriksaan 100 % terhadap tas tangan wisatawan dari negara di seluruh benua Asia.
Ketua Dewan Pertanian, Chen Chi-chong mengatakan,“Seperti Kamboja, Laos, beberapa negara yang berdekatan dengan negara yang terkena wabah ini, negara tetangga dekat adalah yang paling beresiko. Kami telah memasukkan 12 negara dan kawasan untuk dilakukan pemeriksaan 100% terhadap tas tangan, tetapi bukan berarti kedua negara ini adalah negara yang terjangkit wabah flu babi Afrika. untuk itu kami juga melihat negara-negara ini, yang mungkin akan terkena dampak dari asfivirus. kami harus lebih cepat menjadwalkan pemeriksaan 100% dari tas tangan wisatawan dari negara-negara benua Asia.”
Saat ini yang masih belum dimasukkan dalam pemeriksaan 100% pada tas tangan mereka adalah negara di Asia Timur Laut yaitu Jepang, Asia Tenggara ada Malaysia, Indonesia, Brunei, Singapura dan negara lainnya. Asia Selatan ada India, Pakistan, Nepal dan lainnya. Dewan Pertanian menyampaikan, saat ini pada jam padat penerbangan di bandara harus memeriksa sekitar 2.900 tas tangan penumpang, tetapi saat ini mengerahkan pemeriksaan dengan peralatan sinar X dan tenaga manusia sehingga dalam satu jam dapat memeriksa 4 ribu orang, untuk itu apabila memperluas pemeriksaan tas tangan dari negara lainnya juga tidak akan mempengaruhi wisatawan.