(Taiwan, ROC) --- Pengaruh dari aksi demo anti ekstradisi Hong Kong sejak bulan Juni kemarin, warga Hong Kong setempat semua keluar untuk memberikan suaranya, hanya saja pemerintahan setempat tidak memberikan satupun jawaban yang memuaskan, sehingga membuat warga Hong Kong merasa sakit hati, dan dalam situasi di mana setiap aksi demo atau perkumpulan kerap terjadi bentrok antara aparat keamanan dan masyarakat, membuat warga Hong Kong sudah tidak tahan lagi. Berdasarkan data statistik, sejak bulan Juli 2019 kemarin, warga Hong Kong dan Macau yang mengajukan ijin tinggal di Taiwan meningkat 30% dibandingkan dengan tahun lalu
Kebalikan dengan Hong Kong, demokrasi liberal yang diterapkan di Taiwan membuat warga Hong Kong berkeinginan datang dan berkembang di Taiwan sehingga semakin banyak dari mereka yang memilih imigrasi, ditambah lagi beberapa bulan terakhir ini semakin merebaknya demo anti ekstradisi Hong Kong, terjadi banyaknya bentrokan antara aparat keamanan dan warga setempat sehingga membuat warga merasa was-was, berdasarkan data statistik Biro Imigrasi, hingga bulan Juli tahun ini jumlah warga Hong Kong yang mengajukan ijin tinggal di Taiwan bertambah 30,79% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Beberapa hari dalam wawancara dengan Jason, Kepala Admin Perusahaan Formosa Bear, yang melayani imigrasi internasional, menyampaikan, sejak dimulainya aksi demo ekstradisi, jumlah warga Hong Kong yang mengikuti seminar emigrasi bertambah 30% dari sebelumnya, rata-rata usia juga turun, tidak lagi mereka yang pensiunan atau veteran, terlihat juga mereka yang berusia antara 30-40 tahun dengan keluarga kecilnya juga memiliki niat untuk imigrasi ke luar negeri.
Berdasarkan informasi, seorang muda Hong Kong yang pernah sekolah di Taiwan juga menyatakan kalau ia tidak ingin tinggal di Hong Kong. Ia beranggapan, menghadapi masalah seperti Hong Kong lebih pro ke Daratan Tiongkok, harga rumah yang tinggi dan lain sebagainya sehingga sejak dari awal banyak orang Hong Kong yang memiliki pemikiran untuk emigrasi, ingin beralih ke tempat seperti Taiwan dengan lingkungan hidup yang bebas dan demokrasi, hal ini membuat kaum muda ingin mengejar “kehidupan yang lebih dijunjung”.