(Taiwan, ROC) -- Menteri Sains dan Teknologi, Chen Liang-gee menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama teknologi Taiwan dan Belanda pada tanggal 30 Agustus, kedua belah pihak setuju secara periodik saling melakukan saling kunjungan pejabat tingkat tinggi dan tingkatan lainnya, membangun badan kerja sama baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Chen Liang-gee yang memimpin rombongan sejak beberapa hari lalu ke Eropa, setelah menandatangani perjanjian dengan berbagai negara, setelah tanggal 28 Agustus atas nama Kementerian Sains dan Teknologi kembali menandatangani perjanjian kerja sama ilmiah dengan Yayasan Riset Belgia - berbahasa Perancis dan Yayasan Riset Belgia – berbahasa Belanda, tanggal 30 Agustus menandatangani MoU dengan Pemerintah Belanda.
Divisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Uni Eropa dan Kantor Perwakilan Belgia mengemukakan, Chen Liang-gee dan Wakil Jenderal Kementerian Ekonomi dan Iklim Belanda, Michiel Sweers bersama-sama menyaksikan penandatangan yang mana dari pihak Republik Tiongkok diwakili oleh Kepala Kantor Perwakilan ROC untuk Belanda, Chen Hsin-hsin (陳欣新) dan dari pihak Belanda diwakili oleh Kepala Divisi Inovasi dan Teknologi, Anouk Van Der Steen, penandatanganan ini diselenggarakan di Deen Haag, Belanda
Chen Liang-gee menyampaikan, penandatanganan MoU Kerja Sama Penelitian Ilmiah antara Taiwan dan Belanda menandai titik awal baru kerja sama penelitian ilmiah bilateral.Bagaimana menggabungkan energi inovasi dari jaringan penelitian ilmiah internasional Taiwan-Belanda dan memperdalam hubungan di masa depan guna memenuhi tantangan dan kompetisi yang muncul dengan adanya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi inovatif, itu yang akan menjadi tujuan dan nilai dari kerja sama bilateral.
MoU kerjasama ini meliputi promosi kunjungan rutin tahunan tingkat tinggi bilateral, organisasi penelitian ilmiah dan pertemuan kerja sama pakar inovasi, penguatan kerja sama penelitian di bidang humaniora dan sosial, dan pertukaran penelitian ilmiah internasional.