(Taiwan, ROC) - Lembaga pemerintah akan bekerja sama untuk menerapkan suatu rencana empat bagian bertujuan meningkatkan jumlah wisatawan internasional di Taiwan, menyusul larangan Tiongkok baru-baru ini terhadap kunjungan lepas warganya dari 47 kota ke Taiwan, demikian berdasarkan suatu keterangan pers dari Kementrian Transportasi dan Komunikasi (MOTC).
Rencana tersebut mencakup proposal untuk menyederhanakan proses aplikasi visa bagi pengunjung internasional ke Taiwan, secara rutin meninjau program uji coba bebas visa yang berlaku saat ini untuk Filipina, Thailand dan Rusia, dan memperpanjang hak istimewa bebas visa kepada pemegang paspor elektronik Indonesia, kata MOTC.
Proposal itu akan dibahas dengan Kementerian Luar Negeri (MOFA) dan lembaga pemerintah terkait, jelas MOTC setelah menyetujui rencana empat bagian yang diajukan oleh Biro Pariwisata.
Berdasarkan rencana tersebut, tutur MOTC, pihaknya akan meningkatkan subsidi untuk operator internasional yang mengoperasikan penerbangan carter ke Taiwan dan mendorong maskapai penerbangan untuk terbang ke lebih banyak tujuan di negara itu.
Selain itu, pengunjung internasional akan ditawari kupon untuk kereta api cepat Taiwan High Speed Rail (THSR), yang akan berlaku hingga 30 April tahun depan, dalam upaya mempromosikan kunjungan ke Taiwan tengah dan selatan, lanjut MOFA.
Rencana empat bagian yang diajukan oleh Biro Pariwisata itu bertujuan menaggulangi dampak larangan Tiongkok terhadap kunjungan individu ke Taiwan, yang diperkirakan akan menghasilkan penurunan 400.000 kedatangan dari Daratan Tiongkok pada paruh kedua tahun ini dari 1,677 juta yang tercatat di paruh tahun pertama.
Biro Pariwisata juga telah merancang kampanye pemasaran yang bertujuan menarik lebih banyak tur kelompok dari Daratan Tiongkok, dan juga pengunjung dari Hong Kong, Makau, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Vietnam, Filipina, Singapura, Thailand, dan Indonesia.