(Taiwan, ROC) – Pasukan militer Daratan Tiongkok pada 27 Agustus menggelar latihan militer di kawasan perairan laut sebelah timur, yang dipicu usai keputusan penjualan 66 buah pesawat tempur jenis F-16V dari Amerika kepada Taiwan, sehingga latihan militer yang digelar kali ini juga menjadi perhatian khalayak umum. Presiden Tsai Ing-wen pada hari Rabu tanggal 28 Agustus saat menghadiri salah satu kegiatan, menegaskan bahwa berkenaan dengan latihan militer yang dilakukan oleh pihak Daratan Tiongkok, termasuk yang digelar kali ini, pihaknya telah memiliki data informasi yang lengkap, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak perlu khawatir. Presiden Tsai Ing-wen kembali menyerukan pihak Daratan Tiongkok untuk dapat turut berpartisipasi dan memberikan kontribusi dalam menjaga kestabilan perdamaian di dalam kawasan.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Kami berharap pihak Daratan Tiongkok yang juga merupakan salah satu bagian dari kawasan, maka mampu turut untuk berpartisipasi dan memberikan kontribusi dalam menstabilkan perdamaian kawasan, tidak menjadi ancaman atau sumber mara bahaya bagi kawasan.”
Sehubungan dengan adanya rumor yang diberitakan oleh media, bahwa mesin pengoperasian pesawat khusus presiden telah rusak, dan telah mencapai batas waktu untuk diganti dengan yang baru, namun pihak angkatan udara memperkirakan biaya yang sangat tinggi, maka bersikukuh untuk hanya melakukan perbaikan semata, sehingga menjadikan pesawat khusus presiden berada dalam kondisi yang kurang aman. Untuk hal ini, Presiden Tsai Ing-wen menjawab bahwa ia memberikan otoritas kepada pihak angkatan udara untuk mengambil keputusan akhir yang terbaik, sesuai dengan keahlian dan fungsi yang mereka miliki. Ia yakin dan percaya akan kemampuan mereparasi pesawat yang dilakukan oleh maskapai penerbangan China Airlines, dan dirinya sendiri saat naik pesawat khusus juga tidak merasakan hal yang berbeda dengan sebelumnya.