(Taiwan, ROC) --- Baru-baru ini, Daratan Tiongkok mengirim kapal mereka untuk melakukan eksplorasi minyak ke kawasan Laut Tiongkok Selatan, yang mana mendatangkan ketidakpuasan dari pihak Vietnam. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, juga telah berulang kali menyampaikan kritikan mereka. Amerika Serikat menilai Daratan Tiongkok telah melanggar prosedur internasional. Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) menekankan kembali prinsip “Empat Ketentuan” dan “Lima Prinsip”, yang menegaskan bahwa Kepulauan Laut Tiongkok Selatan merupakan kawasan yang berada di bawah wewenang ROC (Republic of China). ROC memiliki hak sepenuhnya atas kawasan tersebut dan mendapat jaminan hukum internasional.
Juru Bicara MOFA Joanne Ou (歐江安) mengatakan, “Pemerintah kami akan tegas membela kedaulatan wilayah Taiwan, terutama yang terletak di perairan Laut Tiongkok Selatan. Hak ini juga diatur dan telah sesuai dengan hukum internasional dan konsensus maritim yang relevan. Kami tidak akan menyerahkan kedaulatan wilayah kami. Ini adalah pernyataan resmi dari kami”.
Dalam “Empat Ketentuan” tertuang akan pernyataan Taiwan terkait sengketa di perairan Laut Tiongkok Selatan. Permasalahan di perairan tersebut harus diselesaikan secara damai dan berdasar hukum internasional dan konsensus maritim, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut. Taiwan harus disertakan dalam seluruh mekanisme penyelesaian sengketa multilateral. Negara-negara yang bersangkutan wajib mempertahankan prinsip navigasi yang bebas, ketika berada di Laut Tiongkok Selatan. ROC menganjurkan bahwa sengketa ini harus ditangani dengan “mengesampingkan perselisihan dan mengedepankan rasa keterbukaan”. ROC juga bersedia mendorong prinsip perdamaian dan stabilitas di perairan tersebut, serta bersama-sama melindungi dan mengembangkan sumber daya yang tersedia di Laut Tiongkok Selatan, dengan menerapkan langkah musyawarah yang setara. Di dalam “Lima Prinsip”, juga tertuang hak dan kewajiban Taiwan berikutnya; misal menangkap ikan, konsultasi multilateral, kerja sama ilmiah, bantuan kemanusiaan dan menggalakkan program penelitian.
MOFA mengemukakan Taiwan akan terus mempertahankan kebebasan bernavigasi di kawasan terkait, dengan mengedepankan nilai perdamaian, kemanusiaan, ekologi dan ketekunan. Pada saat yang sama, Taiwan juga bersedia menggalang kerja sama, guna mendorong stabilitas di wilayah Laut Tiongkok Selatan, dengan mengutamakan prosedur konsultasi yang setara.