(Taiwan, ROC) Institut Penelitian Ekonomi Taiwan(TIER) pada hari Senin ini (26/8) mengumumkan titik uji iklim usaha untuk 3 sektor industri besar bulan Juli, titik uji iklim usaha sektor manufaktur bulan Juli mencatat 95,3 poin, dibandingkan dengan bulan lalu setelah direvisi 93,07 mengalami kenaikan 2,23 poin; industri jasa layanan mencatat 92,05 poin, dibandingkan dengan angka setelah direvisi 92,35 mengalami penurunan 0.3 poin, hal ini menunjukkan selama 2 bulan berturut-turut mengalami penurunan; Industri konstruksi dengan 97,83 poin, dibandingkan dengan bulan Juli angka 96,86 naik 0,97 poin, selama 3 bulan berturut-turut mengalami kenaikan.
Ketua TIER Chang Chien-yi (張建一)mengemukakan, dampak dari pemesanan terus berkembang, ditambah dengan konsumsi produk elektronik baru memasuki masa puncaknya sehingga memicu pertumbuhan pemesanan industri manufaktur, akan tetapi perang dagang AS-Daratan Tiongkok masih belum berakhir, maka harapan ekonomi membaik juga sangat terbatas, hal ini juga memberikan pengaruh buruk bagi produsen manufaktur, hasil pendataan menunjukkan pada bulan tersebut relatif optimis, namun di masa 6 bulan ke depan iklim ekonomi cenderung memburuk.
Mengenai perang dagang AS-Daratan Tiongkok akhir bulan Agustus kembali menghangat, pihak Daratan Tiongkok membalas dengan menaikkan tarif pajak melawan AS, hal ini memicu amarah Presiden AS Donald Trump, pandangan Chang Chien-yi, dalam kondisi demikian sedikit banyak Taiwan juga mendapat pengaruh akibat perseteruan ini; yang dapat dilakukan pemerintah, semampunya membantu pengusaha Taiwan untuk kembali berbisnis di Taiwan, jika tidak mereka akan berpindah ke negara lainnya.
Chang Chien-yi mengatakan, “Yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah kebutuhan domestik perlu adanya pilar pendukung, ditambah lagi dengan membantu pengusaha Taiwan, jika pengusaha Taiwan bersedia kembali membangun bisnisnya di Taiwan, jika merasa persyaratan Taiwan tidak memenuhi, maka membantu mereka membangun bisnis ke negara lainnya, mengurangi dampak buruk yang terimbas akibat perang dagang AS-Daratan Tiongkok.”
Mengenai sektor konstruksi, pihak TIER mengemukakan, bagian yang mendapat benefit yang utama adalah sektor properti, sebagian besar pembeli dilakukan sebelum penanggalan imlek bulan ke-7 atau adanya dampak unsur pemilu, hasil pendataan terlihat transaksi jual beli rumah meningkat, pada bulan Juli 2019 transaksi jual beli rumah di 6 kota mengalami peningkatan 20% dibandingkan dengan transaksi di bulan Juni, akan tetapi, mendapat pengaruh fluktuasi jangka pendek, kinerja produsen elektronik terlihat lemah, pemesanan juga mengalami penurunan, antara penjual-pembeli memiliki selisih harga tinggi, untuk pasar properti terus mendapat tekanan, maka produsen industri konstruksi berpandangan pesimis untuk bulan ini hingga 6 bulan ke depan.