History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai: Gunakan Semangat 823 Pertahankan Kebebasan Demokrasi dan Kedaulatan

  • 23 August, 2019
  • 鄭蕙玲
Presiden Tsai: Gunakan Semangat 823 Pertahankan Kebebasan Demokrasi dan Kedaulatan
Presiden Tsai menghadiri Upacara Peringatan Peristiwa 823 di Kinmen

(Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen pada hari Jumat tanggal 23 Agustus secara khusus tiba di pulau Kinmen, untuk mengikuti upacara “Peringatan Peristiwa 823” yang ke 61 tahun, yang mana kunjungan kali ini merupakan kunjungan perdana Presiden Tsai Ing-wen untuk mengikuti upacara peringatan peristiwa 823 ke Pulau Kinmen sejak dirinya duduk di kursi kepemerintahan bulan Mei 2016. Kunjungan beliau juga turut didampingi oleh Sekretaris Jendral Dewan Keamanan Nasional (NSC) David Lee, Menteri Pertahanan dan Keamanan Yen Teh-fah, Bupati Kinmen Yang Cheng-wu. Semua peserta mengikuti prosesi sembahyang bagi para pahlawan, memberikan hormat kepada seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan dan terakhir ditutup dengan kegiatan mengenang kembali jasa para almarhum.

Usai kegiatan, Presiden Tsai Ing-wen juga memberi waktu luang bagi para wartawan media. Saat diwawancarai, ia menjelaskan bahwa 61 tahun silam, para generasi sebelumnya, tanpa memandang angkatan hijrah ke berapa, tanpa memandang suku, atau perbedaan antara militer dan sipil, semua orang turut menghadapi peristiwa perang pengeboman 23 Agustus, bersama-sama mempertahankan kedaulatan Republik Tiongkok Taiwan. Jika tidak ada peristiwa berdarah tersebut, maka saat ini juga tidak mungkin ada Republik Tiongkok di Taiwan yang berasaskan demokrasi dan kebebasan. Untuk itu, seluruh warga masyarakat yang ada saat ini, seharusnya lebih kompak untuk turut menjaga dan melindunginya, dan semua hal tersebut adfalah bagian dari semangat 823.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Semangat 823 adalah Taiwan, Penghu, Kinmen dan Mazu adalah satu kesatuan, dan sebagai rakyatnya kita harus dapat bersatu, bersatu dengan negara. Kini, kita harus mampu mempertahankan kebebasan demokrasi yang didapatkan dengan tidak mudah, sekaligus tata cara kehidupan sosial masyarakat Taiwan sendiri. Selain itu, kita juga harus melindungi kedaulatan Republik Tiongkok.”

Presiden Tsai Ing-wen menyebutkan bahwa perdamaian membutuhkan keamanan nasional. Seiring dengan terus berubahnya kondisi dunia internasional, maka dirinya yakin dan percaya utnuk tetap dapat mempertahankan sistem demokrasi yang dimiliki oleh Taiwan, termasuk kebebasan dan kedaulatannya. Selain itu, Taiwan juga akan terus memberikan kontribusi bagi dunia dan kawasan terkait stabilisasi perdamaian yang ada. Presiden Tsai Ing-wen yakin bahwa semua peserta yang mengikuti upacara peringatan ini, mampu menjadi perisai negara, dengan adanya kekuatan dalam pertahanan keamanan bangsa, tentu akan turut meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian, bersama berdiri di garis terdepan.

Komentar

Terbarumore