History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai : Perkuat Pertahanan Diri Sangatlah Normal Kantor Urusan Taiwan Salah Ucap

  • 23 August, 2019
  • 鄭蕙玲
Presiden Tsai : Perkuat Pertahanan Diri Sangatlah Normal  Kantor Urusan Taiwan Salah Ucap
Upacara Peringan Peristiwa 823, Presiden Tsai dan Ma Ying-joeu

(Taiwan, ROC) -- Kantor Urusan Taiwan, Daratan Tiongkok mengkritik “tidak tahu malu” terhadap proyek penjualan peralatan militer Amerika Serikat pada Taiwan, Presiden Tsai Ing-wen hari Jumat (23/8) merespon dengan mengemukakan, ini boleh dibilang salah ngomong. Presiden Tsai menegasakan, Taiwan memperkuat kemampuan defensif pertahanan keamanan guna menjamin kehidupan bebas dan demokrasi masyarakatnya, ini merupakan hal yang normal, ia berharap Daratan Tiongkok dapat menjadi tetangga yang baik.

Amerika Serikat menyetujui penjualan pesawat tempur F-16V yang menyebabkan pemerintah Daratan Tiongkok tidak puas, juru bicara Kantor Urusan Taiwan, Ma Xiao-guang pada tanggal 22 Agustus kemarin mengencam pemerintahan Partai Progresif Demokrat (DPP) Taiwan sebagai “sudah jual diri, tidak tahu malu”.

Presiden Tsai Ing-wen pada hari Jumat (23 Agustus) hadir dalam 61 tahun peringatan peristiwa 823 Kinmen (tragedy 23 Agustus), dalam wawancara selesai upacara peringatan, Presiden Tsai merespon “kalau ini termasuk salah ucap, Taiwan memperkuat kemampuan defensif pertahanan keamanan, agar dapat memberikan jaminan bagi kehidupan yang bebas dan demokrasi masyarakatnya, ini sebenarnya adalah hal yang sangat normal, untuk itu kami juga berharap Daratan Tiongkok dapat menjadi tetangga yang baik.”

Terkait Media mempertanyakan kehadiran Presiden Tsai dalam kegiatan 823 Kinmen ini adalah untuk kepentingan pemilu, Kepala Negara menyampaikan ini merupakan perjalanan yang telah dijadwalkan baginya. Ia juga mengemukakan, sejak 2 Januari Taiwan menghadapi sebuah situasi baru di mana Daratan Tiongkok mengungkit “satu negara dua sistem untuk Taiwan” yang disodorkan bagi masyarakat Taiwan, ia yakin semua masyarakat Taiwan tidak dapat menerima hal ini terlebih melihat warga Hongkong yang berjuang untuk kebebasan demokrasi, Taiwan seharusnya lebih menghargai cara hidup yang ada sekarang ini dan bangkit bersatu untuk menjaga kebebasan demokrasinya.

Terhadap mantan Presiden Ma Ying-jeou yang saat ini juga berada di Kinmen dan pada tanggal 22 Agustus kemarin menghimbau partai berkuasa untuk menerima “konsensus 92” memulihkan pertukaran antar Selat Taiwan, serta menyampaikan seberapa banyak peralatan tempur dari Amerika Serikat, pada akhirnya juga harus berurusan dengan Daratan Tiongkok. Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan, pemerintah Tsai sejak kawal tidak pernah mengabaikan berurusan dengan Daratan Tiongkok, juga sangat bersedia duduk bersama dengan Daratan Tiongkok, tetapi sekarang Taiwan menghadapi situasi baru yaitu Daratan Tiongkok ingin memperkuat penerapan satu negara dua sistem pada diri Taiwan, untuk itu harus mempersatukan keinginan masyarakat Taiwan, juga harus memiliki pertahanan militer yang memadai utnuk memperkuat percaya diri menjamin perdamaian antar Selat Taiwan.

Pemerintah Amerika Serikat sudah dengan resmi memberitahukan akan menjual pesawat tempur F-16V pada Taiwan. Asisten Menteri Pertahanan Keamanan Amerika Serikat, Randall Schriver menyampaikan, ada sebagian dari ini utuk merespon semakin meningkatkan ancaman dari Daratan Tiongkok.

Pemerintah Donald Trump pada tanggal 20 Agustus menyetujui penjualan 66 armada seri F-16 terbaru bernilai USD 8 milyar. ketika menerima wawancara “Washington Free Beacon, Randall Schriver selaku Penanggung Jawab Keamanan India Pacifik, mengemukakan, pihak Amerika Serikat sudah sejak lama memperhatikan ancaman Daratan Tiongkok yang semakin hari semakin meningkat, Taiwan perlu membeli perlengkapan militer untuk menjaga pertahanan udaranya.

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS (DSCA), yang bertanggung jawab atas penjualan senjata asing, pada tanggal 20 Agustus secara resmi memberi tahu Kongres, bahwa Kementerian Luar Negeri AS telah menyetujui penjualan pesawat tempur F-16 pada Taiwan, dengan nilai USD 8 miliar.

Dalam keterangan DSCA mengemukakan, penjualan perlengkapan militer ini sesuai dengan kepentingan keamanan dan perekonomian Amerika Serikat dan juga untuk membantu menjamin pertahanan nasional Taiwan.

Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo menyampaikan, pesawat tempur F-16 “Sangat sesuai dengan perjanjian dan sejarah Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok”. ia menyampaikan, “Tindakan kami sejalan dengan kebijakan AS. Kami hanya mematuhi komitmen semua pihak."

Komentar

Terbarumore